JAKARTA, KOMPAS.com — Padatnya kendaraan saat arus mudik dan cuaca yang kerap tidak bersahabat membuat kesehatan para pemudik terancam. Maka dari itu, baik jika para pemudik memanfaatkan posko-posko kesehatan, seperti yang ada di Pelabuhan Merak, Banten. Ada 3 posko kesehatan di pelabuhan ini yang selalu berjaga selama 24 jam. "Kami siap sedia menerima pemudik yang mengeluhkan kesehatannya," kata dr Dewi dokter jaga Posko Kesehatan Pelabuhan Banten kepada Kompas.com, Jumat (18/9).
Kerja Posko ini dibantu oleh Palang Merah Indonesia (PMI) daerah Cilegon Banten yang berperan sebago tim evakuasi. "Kalau ada yang sakit kami bawa ke Posko Kesehatan Dinkes," kata Holid, Koordinator Lapangan PMI Cilegon.
Sejauh ini, ungkap Holid, pihaknya telah mencatat setidaknya ada 10 pemudik motor yang mengeluhkan kesehatannya. Mereka mengeluh pusing, mual, dan masuk angin. Hal itu sangat mungkin terjadi karena para pemudik banyak terpapar korbondioksida dan zat radikal bebas lain di saat mengantre hendak masuk ke kapal. "Selain itu karena udara yang sangat panas," ucap Holid.
Selanjutnya, layanan serupa juga diberikan oleh Indonesia Ferry ASDP Merak yang mendirikan posko kesehatan di dekat pintu masuk loket penumpang. "Alhamdulillah, sampai sekarang yang berobat ada 17 orang. Kemarin ada 32 orang," ungkap Fatimah, perawat yang sehari-hari bekerja di poliklinik Indonesia Ferry ASDP pusat.
Menurutnya, pemudik yang datang ada yang batuk, pilek, diare, dan tekanan darah tinggi. Namun, yang kerap dikeluhkan pemudik adalah pusing dan mual karena mabuk. "Yang datang ke sini kebanyakan pemudik bus yang mau ke Lampung," kata Fatimah.
Posko yang berasal dari pengelola pelabuhan ini memberikan pengobatan dan obat secara gratis mulai dari 17 September sampai 19 September 2009. "Kemudian kami akan buka di Pelabuhan Bakauheni Lampung pada H+1 sampai 29 September 2009," ujarnya.
