Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 14:10 WIB
Pelebaran Jalan di Nagreg Gagal Atasi Kemacetan
Didit Putra Erlangga Rahardjo | Jumat, 18 September 2009 | 16:21 WIB
|
Share:
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Pekerja menyelesaikan proyek pelebaran jalan di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/7). Untuk mengantisipasi kemacetan saat arus mudik Lebaran, proyek pelebaran jalan raya yang biasa digunakan sebagai jalur mudik di selatan ini mulai dikerjakan.
Foto:

TERKAIT:

BANDUNG, KOMPAS.com — Pelebaran badan Jalan Raya Nagreg dari 7 meter menjadi 14 meter ternyata tetap tidak berdaya dalam mengatasi antrean kendaraan pemudik. Proyek yang bertujuan mengurangi penyempitan jalan ternyata hanya memindahkan titik kemacetan ke tempat baru.

Menurut pantauan Kompas, Jumat (18/9), pelebaran jalan di sekitar pelintasan kereta api Pamuncatan memang berhasil mengatasi penyempitan badan jalan. Namun, kemacetan kembali terjadi sejak masuk jalur tanjakan Nagreg akibat kembali menyempitnya badan jalan dari sebelumnya 14 meter menjadi 7 meter.

Akibatnya, antrean panjang tetap terjadi sepanjang 5 kilometer hingga daerah Parakanmuncang. Petugas kepolisian pun berupaya menguraikan beban kemacetan dengan mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif yaitu Jalur Wado-Tasik serta Jalur Cijapati.

Buka tutup jalan bagi arah barat ke timur diberlakukan sejak Kamis (17/9) malam sebanyak dua kali dan pada hari Jumat juga sebanyak dua kali. Sistem ini bertujuan mengurai titik kepadatan pada satu jalur dengan menutup sementara jalur dari arah sebaliknya.

"Dengan buka tutup, diharapkan titik kepadatan lalu lintas bisa diuraikan. Kebetulan pula, lalu lintas kendaraan dari arah sebaliknya tidak terlalu padat," katanya.

Sebagai tambahan, ruas Cikaledong yang menjadi bagian dari Proyek Jalan Lingkar Nagreg juga difungsikan.

Padahal, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto yang mengunjungi Jalur Nagreg pada hari Kamis lalu memuji kesiapan infrastruktur ataupun personel keamanan yang ada. Dia mengungkapkan optimismenya bahwa penanganan arus mudik Lebaran tahun 2009 lebih baik dari tahun sebelumnya.

Diduga para karyawan dan PNS yang baru libur pada hari Jumat menjadi alasan melonjaknya jumlah kendaraan yang berlangsung H-3 Lebaran.