JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga warga Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yakni Usman, Badiri, dan Jabidi, tertipu oleh Rodi yang mengaku bisa memberikan mantra untuk mengembalikan uang yang sudah dibelanjakan oleh mereka secara utuh.
"Kami sudah memberikan uang Rp 1,8 juta dan tiga buah telepon genggam. Namun, ternyata semua itu cuma tipuan. Kami menyesal," kata Jabidi yang ditemui di Mapolsektro Tanjung Duren, Minggu (13/9) siang.
Jabidi mengatakan, sekitar dua bulan lalu, dia bersama Usman dan Badiri berkenalan dengan Rodi yang asal Banten dan mengaku memiliki kemampuan untuk mengembalikan uang yang dibelanjakan.
Awalnya, mereka tidak percaya, tetapi Rodi berhasil meyakinkan mereka. Jabidi, Usman, dan Baridi diminta Rodi untuk mencoba ritual yang diajarkannya, yakni membaca mantra seperti orang berzikir. Rodi mencoba mempraktikkan kemampuannya dan berhasil. "Saya pernah membelanjakan uang Rp 100.000. Pada malam harinya saya membaca mantra yang diajarkan Rodi. Keesokannya, di dompet saya ada uang Rp 100.000," kata Jabidi.
Karena itu, ketiga karyawan sebuah rumah makan di Kompleks Dutamas, Jelambar, Grogol Petamburan, itu percaya, dan mereka rela memberikan sejumlah uang seperti yang diminta oleh Rodi. Akan tetapi, setelah memberi uang dalam jumlah besar, uang yang sudah dibelanjakan tak kembali.
Sementara itu, Rodi yang ditanya tentang kegagalan itu meminta mereka untuk mencoba terus sambil memberikan sejumlah uang lagi ke Rodi. "Terus tiba-tiba Rodi mengatakan akan pergi untuk sementara waktu karena ada pekerjaan di tempat lain. Dia berjanji akan kembali beberapa hari lagi," ujar Jabidi.
Setelah ditunggu berhari-hari, Rodi tak kunjung muncul. "Lalu tiba-tiba saya melihat istri Rodi melintas di Kompleks Duta Mas. Saya lalu panggil dia dan meminta agar menunjukkan di mana rumahnya," kata Jabidi. Istri siri Rodi memberi tahu bahwa suaminya berada di rumah kontrakan mereka di Cengkareng, Jakarta Barat.
Tiga karyawan itu lalu menemui Rodi di rumah kontrakannya, Minggu siang, untuk menagih uangnya. Rodi lalu menyanggupi. "Namun, setelah salaman, dia langsung lari. Kami tidak mau tertipu lagi. Dia kami kejar dan tangkap. Terus kami bawa ke polisi," tutur Jabidi.
