Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 13:36 WIB
Gong Perdamaian Dunia Dibuat Seniman Jateng
| Jumat, 11 September 2009 | 02:03 WIB
|
Share:

Dokumentasi Pemerintah Kota Bogor
Gong berdiameter dua meter terbuat dari logam kuningan akan dipasang di Kota Gondollo di Negara Hongaria, Uni Eropa. Seremonial pelepasan Gong Perdamaian Dunia asal Indonesia berlangsung di halaman Balai Kota di Jalan Juanda, Kota Bogor, Senin (14/4) pukul 10.00 WIB.

AMBON, KOMPAS.com--Gong perdamaian dunia yang bakal ditabuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Ambon 10 Nopember 2009 dibuat seniman asal Jawa Tengah (Jateng).

Ketua panitia pelaksana Hari Perdamaian Dunia Cak Saimima, di Ambon, Kamis, mengatakan, gong tersebut telah dipesan dari seniman Jateng, dijadwalkan pembuatannya rampung dalam waktu dekat.

"Kami telah berkoordinasi dengan Pemprov Jateng untuk mendukung pembuatan gong tersebut sehingga bisa rampung sesuai kesepakatan jadwal, yaitu pada awal Oktober 2009, agar bisa dipasang pada lokasi taman kota," ujarnya.

Taman kota dipilih untuk penempatan gong karena letaknya strategis di pusat Kota, tepatnya di depan lapangan Merdeka dan benteng Victoria yang telah menjadi markas kaveleri serta jalur lalu lintas utama di ibukota Provinsi Maluku ini.

"Gong ini diharapkan memotivasi warga Maluku agar tidak terprovokasi sebagaimana ’tragedi kemanusiaan’ sejak 19 Januari 1999 yang hanya meninggalkan penderitaan berkepanjangan bagi masyarakat," ujar Cak.

Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu menyambut baik segala kepercayaan Menko Kesra Aburizal Bakry yang menunjuk Kota Ambon sebagai tempat penyelenggaraan Hari Perdamaian Dunia.

"Kepercayaan ini menunjukan bahwa Maluku pasca-konflik sosial sudah terkendali stabilitas keamanannya sehingga kegiatan berskala internasional diselenggarakan di Ambon," ujarnya.

Gubernur menambahkan, Pemprov Maluku berdasarkan dukungan DPRD setempat juga telah menyepakati untuk memanfaatkan momentum perayaan tersebut guna memberikan gelar "Upulatu" ( pemangku adat tertinggi bagi pria) perdamaian bagi Presiden SBY.

"SBY dinilai berperan dalam menuntaskan konflik sosial Maluku sejak menjabat Menko Polhukam di era Presiden Megawati Soekarnoputri hingga menjadi Kepala Negara periode 2004 - 2009," katanya.

Perayaan tersebut dijadwalkan mengundang para duta besar maupun perwakilan negara sahabat untuk hadir di Kota Ambon.

Sumber :
Ant