JAKARTA, KOMPAS.com — Tim darat Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk sementara menghentikan operasi darat untuk mengevakuasi korban pesawat intai jenis Nomad milik TNI Angkatan Laut yang jatuh dalam perjalanan dari Long Bawan di Kabupaten Nunukan ke Bandar Udara Juwata di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, Senin (7/9) siang.
"Di lokasi sudah gelap," ujar Kepala Humas Basarnas Gagah Prakoso kepada Kompas.com, Senin sore. Gagah menambahkan, pihaknya telah mengirim dua tim yang seluruhnya berjumlah 14 orang. Operasi darat akan dilanjutkan esok pagi.
Saat ini, Gagah mengatakan sulit berkomunikasi langsung dengan anggota timnya yang berada di lapangan karena lokasi kejadian tidak terdapat sinyal komunikasi. Gagah menambahkan, keadaan medan lokasi kejadian tidak tergolong sulit untuk dijelajahi.
Pesawat Nomad jatuh sekitar pukul 14.30 Wita. Pesawat dikabarkan berangkat dari lapangan terbang Long Ampung di Kabupaten Malinau dengan tujuan Bandara Juwata di Kota Tarakan pada pukul 13.17 Wita.


