JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Humas Badan SAR Nasional Gagah Prakoso mengatakan, pesawat intai maritim Nomad TNI Angkatan Laut jatuh di area pertambakan, Senin (7/9). "Nomad jatuh di area pertambakan Sekatak, Bulungan, Nunukan," ujar Gagah ketika dihubungi Kompas.com.
Sebanyak lima penumpang pesawat dilaporkan tewas. Menurut Kadispen TNI AL Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, sebelum jatuh, pesawat tersebut tengah melakukan patroli rutin di sekitar perairan Kalimantan Timur. Basarnas, lanjut Gagah, hingga kini terus melakukan pencarian korban pesawat jatuh tersebut.
Pesawat itu jatuh sekitar pukul 14.30 Wita. Pesawat dikabarkan berangkat dari Lapangan Udara Long Ampung di Kabupaten Malinau dengan tujuan Bandara Juwata di Kota Tarakan pada pukul 13.17 Wita.
Lokasi jatuhnya pesawat berada pada koordinat 0309618 lintang utara dan 1171175 bujur timur. Sejumlah nama yang ada dalam pesawat itu ialah Pilot Letnan Satu Laut (P) Erwin, Kopilot Letnan Satu Laut (P) Syaiful, dan Sersan Mayor Sodikin selaku kru teknis.
Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur Letnan Kolonel Laut (KH) Toni Syaiful yang dihubungi terpisah dari Samarinda mengatakan, ketiga kru pesawat itu bertugas di Wing Udara Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut yang bermarkas di Pangkalan Udara Angkatan Laut Juanda, Surabaya.


