Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:27 WIB
Bubarkan Balap Liar, Polisi Justru Babak Belur
| Minggu, 6 September 2009 | 06:58 WIB
|
Share:

SERAMBI INDONESIA/DEDI ISKANDAR
Aparat kepolisian Polantas Polres Aceh Barat, berhasil menjaring belasan pembalap liar yang selama ini menjalankan aksinya di ruas Jalan ST Iskandar Muda, Meulaboh, yang meresahkan masyarakat. Foto direkam Selasa (1/9) pagi.

PALU, KOMPAS.com — Enam anggota Patroli Motor (Patmor) Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dikeroyok sejumlah pemuda saat berupaya membubarkan aksi balapan liar di Palu, Sabtu (5/9) malam. Insiden pengeroyokan itu terjadi di jalan kawasan Pantai Taman Ria pada pukul 23.30 waktu setempat.
    
Beberapa saksi mengatakan, sejumlah pemuda mengeroyok enam anggota polisi itu karena tidak ingin balapan tersebut dibubarkan. "Beberapa pemuda yang mengeroyok itu di antaranya berambut cepak dan berbadan tegap," kata saksi yang tidak bersedia namanya ditulis.
    
Akibat kejadian itu, dua anggota polisi mengalami luka tikam senjata tajam. Kedua korban polisi tersebut adalah Bripda Jumadi Yunus dan Bripda Kurniawan.
    
Sementara itu, empat rekannya mengalami memar akibat pukulan di bagian tubuhnya. Setelah mengeroyok keenam anggota polisi tersebut, para pemuda segera meninggalkan korban begitu saja.

Balapan liar pun juga ikut bubar. Saat ini, kedua korban luka tikam masih dirawat di RSU Bhayangkara milik Polda Sulawesi Tengah karena mengalami pendarahan serius.

Jalanan di kawasan Pantai Taman Ria memang sering dijadikan ajang balapan liar, terutama di saat bulan Ramadhan. Polisi sendiri berulang kali telah berupaya membubarkan kegiatan negatif itu. Namun, para pembalap liar tetap saja melakukan aksinya.

Sumber :
Antara