Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 05:30 WIB
Wah... Hutan Kalsel Sudah Habis
| Jumat, 4 September 2009 | 14:50 WIB
|
Share:

BANJARMASIN, KOMPAS.com — Masa kejayaan perusahaan di bidang kehutanan di Kalimantan Selatan berakhir seiring dengan habisnya kayu di hutan-hutan alam. Lima tahun terakhir, satu persatu perusahaan kayu di Banua pailit. Sekitar 30.000 pekerja di dalamnya terpaksa mengalami PHK.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel Kurdiansyah mengatakan, penyebab utama perusahaan kayu bangkrut karena kesulitan mendapatkan bahan baku. Perusahaan yang bertahan di Kalsel mendapat bahan baku dari Kalteng.

"Perusahaan ini kesulitan beroperasi karena memang kayu yang menjadi bahan utama produksi mereka sulit didapat. Hutan alam yang ada di Kalsel sudah habis. Kondisi perusahaan ini diperburuk dengan krisis ekonomi global," kata Kurdiansyah, Kamis (3/9) kemarin.

Menurut dia, sedikitnya ada tujuh perusahaan besar di bidang perkayuan yang saat ini sudah tutup, di antaranya PT Hendratna Plywood, PT Barito Pasific Timber, PT Jayanti, PT Australbina, PT Gunung Meranti, PT Kawi serta PT Guci.

Sementara perusahaan kayu yang belum tutup ada lima, di antaranya PT Surya Satria Timur Corp dan PT Tanjung Raya Decorindo, sedangkan PT Daya Sakti Unggul Corp Tbk masih tercatat perusahaan yang belum tutup.

"Saat ini untuk Daya Sakti masih dalam proses. Memang arahnya pailit, tetapi untuk saat ini masih belum tutup sehingga karyawan masih memiliki hak untuk mendapatkan upah dan THR," katanya.

Kurdiansyah mengatakan, perusahaan-perusahaan kayu ini menampung ribuan tenaga kerja sehingga ketika tutup ribuan orang menganggur.

Total karyawan yang diberhentikan akibat perusahaan gulung tikar jumlahnya cukup besar, mencapai 30.000 tenaga kerja. Seperti Daya Sakti, ada sekitar 1.200 orang kemungkinan kehilangan pekerjaannya. (wid)

Sumber :
Banjarmasin Post