MAJALENGKA, KOMPAS.com — Akibat gempa tektonik 7,3 skala Richter yang berpusat di barat daya Tasikmalaya, sekitar 61 rumah rusak berat dan ratusan rusak ringan di sejumlah desa di Majalengka bagian selatan. Namun, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka akibat bencana alam tersebut.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pemkab Majalengka sampai pukul 10.00, jumlah rumah rusak mencapai 61 rumah di lima kecamatan bagian selatan Majalengka. Lima kecamatan itu adalah Kecamatan Bantarujeg, Lemahsugih, Banjaran, Talaga, dan Malausma.
Menurut Sumarjo, Kepala Desa Sukamenak, Kecamatan Bantarujeg, Kamis (3/9), tidak ada warga yang menjadi korban karena dinding rumahnya runtuh akibat gempa. Kebetulan saat itu kebanyakan warga sedang berada di luar rumah atau di ladang.
Eneng (60) mengaku kaget sebagian rumahnya roboh karena gempa, tetapi dia bersyukur karena sedang berada di luar rumah. "Tahu-tahu waktu memeriksa ke rumah, ternyata rumah saya (dindingnya) roboh," ujar Eneng.
Selain rumah, ada juga sekolah dan tempat ibadah yang rusak. Salah satunya adalah SDN I Cinambo, di Kecamatan Bantarujeg, yang tiga kelasnya tidak bisa dipakai karena plafonnya runtuh dan temboknya retak serta roboh. Akibatnya, kegiatan belajar pada hari Rabu dihentikan sementara, khususnya siswa kelas 4-6, yang kelasnya rusak.
Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi, saat meninjau rumah dan sekolah yang rusak, mengatakan bahwa seluruh stafnya dan dinas terkait memantau seluruh desa dan dusun yang masuk dalam daerah rawan bencana. Tujuannya, menginventarisasi kerusakan dan korban yang ditimbulkan gempa pada Rabu (2/9) siang kemarin.
Setelah kerusakan didata, nantinya bantuan akan diprioritaskan kepada korban gempa, terutama yang rumahnya rusak berat dan fasilitas publik. Sementara itu, dana tanggap darurat kabupaten yang telah disiapkan sebesar Rp 1 miliar.
"Tetapi dana itu tidak bisa langsung dikeluarkan, harus ada persetujuan dari Dewan (DPRD Kabupaten). Sehingga, setelah data terkumpul lengkap, besok (Jumat) kami akan bertemu dengan Dewan agar dana bisa segera cair," ujar Karna.
