TASIKMALAYA, KOMPAS - Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim pada Rabu (2/9) malam menyatakan, warganya yang tewas akibat gempa mencapai enam orang. Selain itu, 25 warga luka-luka dan sebanyak 900 rumah rusak parah.
Buapati mengimbau agar warga tidak panik dan kembali ke rumah masing-masing yang tidak rusak. Sebab, tidak akan ada lagi gempa susulan maupun tsunami sebagaimana kabar sebelumnya.
Warga yang rumahnya rusak, bisa tinggal sementara di rumah sanak saudara atau tetangganya yang rumahnya bisa ditinggali. Dia berharap dalam waktu dekat bisa menambah tenda bagi pengungsi.
Tatang telah mengirim beras dan indomie ke para pengungsi. "Kalo beras tidak ada masalah karena kami punya stok 50 ton beras. Hanya lauk pauknya yang susah. Semoga sebelum subuh sudah ada lauk pauk agar warga bisa makan sahur," ujarnya.
Bencana paling parah terjadi di Kecamatan Cigalontang, Cisayong, Sukawening, Salawu, dan Sodonghilir. Saat ini, sebagian besar warga yang rumahnya rusak mengungi di tenda-tenda yang disediakan pemerintah atau tenda yang mereka dirikan sendiri. "Kami masih taku masuk rumah, meski rumah saya tidak rusak," kata Idin Syarifuddin warga Desa Jayapura, Kecamatan Cigalontang.