BANJARMASIN, KOMPAS.com - Sekitar 21 orang penumpang Kapal Motor (KM) Sari Mulia yang tenggelam di perairan Negara Desa Batalas, Kecamatan Candi Laras Utara (CLU), Kabupaten Tapin, 100 kilometer dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga kini masih dalam pencarian.
Ajudan Kapolres Tapin Bripda Fery Aditya Sasmita ketika dihubungi Sabtu (29/8) dinihari mengatakan, hingga kini korban selamat yang telah ditemukan sebanyak 110 orang dan satu orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 21 orang diperkirakan masih terjebak di dalam kapal.
Diinformasikan kapal angkutan barang tersebut dilaporkan melayani rute Daha, Kabupaten Hulu Sungai Selatan menuju Kota Banjarmasin, dalam perjalanan melintasi Kabupaten Tapin, kapal terbuat dari bahan kayu tersebut mengalami musibah tenggelam.
Menurut Aditya, saat ini tim SAR Kabupaten Tapin belum bisa berbuat banyak untuk segera melakukan pencarian terhadap 21 penumpang yang diduga masih terjebak dalam kapal karena keterbatasan peralatan selam.
"Saat ini kami sedang menunggu bantuan tim SAR dari Provinsi Kalsel yang kini sedang dalam perjalanan," kata Aditya.
Kapal sarat penumpang tersebut diperkirakan tenggelam, Jumat sekitar pukul 21:00 Wita atau usai warga menjalankan shalat Isya dan Tarawih. Kapal yang tenggelam itu diduga akibat kelebihan muatan, karena saat berlayar mengangkut sekitar 132 orang dan sejumlah barang-barang kebutuhan pokok.
"Jumlah penumpang bahkan diperkirakan lebih dari jumlah itu karena penumpang yang naik tidak menggunakan tiket, sebanyak 132 orang tersebut hanya yang terdata," kata dia.
Hingga pagi ini Tim SAR masih melakukan penyusuran di lokasi kejadian, tapi hanya berkeliling di permukaan sungai, untuk mencari korban yang terapung. Saat ini sebagian korban yang berhasil menyelamatkan diri ditampung di Puskesmas Candi Laras, Kecamatan Margasari.


