Sabtu, 5 September 2015

Regional

Ki Slamet Gundono Hadirkan Lagu Islami Rasa Rock

Selasa, 25 Agustus 2009 | 21:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak seperti malam-malam biasanya, komunitas Salihara pada Selasa (25/8) malam tampak ramai. Mereka berbondong memasuki Teater Black Box di Komunitas Salihara Jakarta Selatan.

Suasana sepi, dengan pandangan yang cukup terbatas di gedung teater itu. Tampak sedikit sinar yang menceruat dari beberapa telepon genggam yang dimiliki penonton yang memadati gedung teater itu.

Namun, tetap ratusan pasang mata menfokus ke panggung yang memiliki layar sekitar 100 meter persegi. Dalam temaram lampu jingga tampak sosok tambun berpakaian putih duduk di panggung. Ialah Ki Slamet Gundono.

Tak lama kemudian, petikan nada mengalir dari okulele berwarna hijau, yang dibawa pria dengan berat 250 kilogram. Kemudian, pria yang juga dikenal sebagai dalang itu melantunkan lagu religi Islam: "Kutegaskan dalam hati, Kutegaskan dalam niat, Kutegaskan dengan hati nurani, Kanjeng Muhammad, laki-laki yang merdeka."

Suasana masih tenang. Musik masih lembut. Dan para penonton dimanjakan oleh permainan nada yang lincah. Namun, kontan penonton dikejutkan dengan kolaborasi musik rock. Lampu berpendar lebih terang. Okulele tenggelam dalam perpaduan gitar bass dan ritem, 2 keyboard, perkusi dan drum.

Para pemusik yang mengenakan baju koko dan kopiah itu memainkan alat musiknya bak tampil dalam pertunjukkan musik rock. Kerasnya suara musik tersebut ternyata tidak mengalahkan auman Gundono dalam mendakwahkan nabi yang disebutnya Kanjeng Nabi Muhammad.

"Membaca...membaca....membaca Nabi Muhammad untuk menjadi teladan bagi semua umat. Ia disakiti tapi tidak mau menyakiti.selalu mencintai," katanya dengan nada teratur, mengirama dengan musik.

Namun, ada kalanya dentuman musik itu lirih. Menurunkan adrenalin penonton. Menanti apa yang akan disajikan seniman Muslim di bulan Ramadhan itu. Saat itulah 2 perkusian memainkan perannya. Mereka menabuh dengan roh. Mengarahkan konsentrasi penonton pada Dia, sehingga tetap beribadah sekalipun melewatkan shalat taraweh sesudah Isya.

Demikianlah Rockligius, jenis musik rock yang diberi roh Islami. Berisi lagu-lagu dakwah yang menguatkan rasa rindu mencecap kasih-Nya di bulan suci ini. Menuju jati diri sejati sesuai yang Ia kehendaki saat kita diciptakan.

Editor :