Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 12:01 WIB
HTI: Aksi Bom di Indonesia Bukan Jihad!
Inggried Dwi Wedhaswary | Kamis, 20 Agustus 2009 | 15:38 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Serangkaian aksi bom di Indonesia selalu dikaitkan dengan kelompok yang mengatasnamakan Islam dan jihad sebagai latar belakang aksi biadab tersebut.

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Ismail Yusanto, secara tegas mengatakan, aksi bom yang dilakukan di Indonesia bukan jihad. Ismail mengutarakan, jihad dalam Islam setidaknya memenuhi tiga unsur. Tiga unsur tersebut adalah motivasi, tujuan, dan obyek sasaran. 

"Motivasi itu lillahi taala, dilakukan di jalan Allah. Tujuan, untuk menegakkan agama Allah dan obyeknya adalah orang kafir yang memerangi orang Islam," kata Ismail, pada diskusi "Mencari Dalang Teroris", di Wisma Antara, Jakarta, Kamis (20/8).

Aksi bom di Indonesia dinilainya janggal dalam pemilihan obyek. Dari sekian aksi bom, ia mengatakan, akan semakin terlihat ketidaksinkronan antara aksi dan motivasi.

"Kalau kita lihat bom Kuningan (2004), kenapa bukan di Kedubes Australianya, kenapa di depan Kedubes? Kalau di depan, obyeknya kan jalan. Korban-korbannya adalah masyarakat umum. HTI mengatakan, yang seperti itu bukan jihad. Dalam Islam, dilarang seorang Muslim menyerang orang lain, baik Muslim atau bukan tanpa alasan. Apalagi sampai merusak fasilitas umum," papar Ismail.

Pola yang sama, menurutnya, juga terjadi dalam peristiwa Bom Bali I dan II. "Yang ingin ditanamkan adalah stigmatisasi, ketika ada bom dikaitkan dengan orang Islam, celana ngatung atau istri bercadar," ujarnya.

Ketua DPP HTI, Hafidz Abdurrahmahman, meminta agar semua pihak berhati-hati mengeluarkan pernyataan. "Jangan mengaitkan Islam dengan terorisme," kata Hafidz.