Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 11:46 WIB
Indonesia Miliki Laboratorium Kesehatan Hewan Terlengkap
Mukhamad Kurniawan | Rabu, 12 Agustus 2009 | 20:26 WIB
|
Share:

SUBANG, KOMPAS.com - Laboratorium Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) di Desa Dangdeur, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, merupakan laboratorium kesehatan hewan yang terlengkap di Asia Tenggara. Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ko jiro Shiojiri, dan Menteri Pertanian Anton Apriyantono, mengungkapkan hal itu seusai peresmian BPPV Subang, di Subang, Rabu (12/8).

Laboratorium BPPV Subang merupakan satu dari tiga proyek peningkatan kemampuan laboratorium yang dibangun dengan dana hibah Pemerintah Jepang sebesar 1,781 miliar yen melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Dua proyek lainnya berlokasi di Medan dan Lampung. "Sejauh ini laboratorium BPPV di Subang ini merupakan yang terlengkap di Asia Tenggara," ujar Anton.

Bangunan utama BPPV Subang dilengkapi dengan laboratorium epidemologi, bakteriologi, patologi, parasitologi, virologi, dan molekuler biologi untuk penyakit avian influenza. Selain itu juga ada fasilitas BSL 2+, ruang bedah bangkai, preparasi media, ruang administrasi, kandang hewan percobaan untuk unggas dan hewan kecil, generator, alat pembakaran, pengolahan limbah cair, serta pengolahan air.

Direktur Jenderal Peternakan Tjeppy Soedjana menambahkan, BPPV Subang bertugas mendiagnosis penyakit avian influenza dan penyakit hewan menular lain, seperti rabies, antraks, dan brucellosis. Selain itu, BPPV Subang diharapkan mendukung program pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan menular di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Menurut Anton, Pulau Jawa merupakan pulau padat ternak sekaligus endemis berbagai penyakit hewan menular strategis. Selama ini surveillans dan diagnosis penyakit hewan menular di enam provinsi di Jawa dan Madura menjadi tanggung jawab Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta. Oleh karena itu, dengan adanya BPPV Subang, pelayanan kesehatan hewan dan pelayanan laboratorium diharapkan lebih memadahi.