MOJOKERTO, KOMPAS.com - Simpang siurnya kabar penemuan Andika Listyono Putra (20) yang tersesat di Gunung Semeru saat melakukan pendakian membuat pihak keluarga pada Minggu (2/8) belum bersedia memberikan komentar apapun. Andika yang masih tercatat sebagai mahasiswa semester II Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fisipol UGM dan anggota Kelompok Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (KPALH) Setrajana, Fisipol UGM diketahui hilang sejak Selasa (28/7) lalu.
Kabar terakhir menyebutkan bahwa tim SAR gabungan melihat Andika di dasar jurang berkedalaman 75 meter, dalam pencarian Minggu (2/8) tadi. Sampai saat ini tim masih kesulitan menjangkau posisi Andika karena medan yang sulit sehingga belum dapat memastikan kondisinya. Namun, dilaporkan pula bahwa Andika telah meninggal meski sampai sekarang evakuasi belum dapat dilakukan.
Sejak tersiar kabar tersebut, sejumlah rekan Andika dari UGM tampak keluar masuk kediaman keluarga Andika di Karanglo I Nomor 14, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Salah seorang perwakilan mahasiswa UGM yang menerima Kompas, Wida, mengatakan dirinya belum bisa mengonfirmasi kebenaran kabar yang menyebutkan soal telah ditemukannya Andika. Wida beralasan, saat ini kabar pasti soal telah ditemukannya Andika belum diterimanya dari pos induk SAR di Ranupane yang jadi pintu masuk pendakian ke Gunung Semeru.
"Soal kabar yang menyebutkan ini dan itu, belum bisa kami pastikan. Demikian juga dengan pihak keluarga," sebut Wida yang mengaku mewakili juga pihak keluarga. Ia mengatakan pihaknya baru akan memastikan bila tim SAR berhasil melakukan evakuasi.
