Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 10:52 WIB
Freeport Larang Karyawan di Timika Naik ke Tembagapura
Aryo Wisanggeni G | Rabu, 15 Juli 2009 | 10:08 WIB
|
Share:

KOMPAS/INGKI RINALDI
Sejumlah anggota Brimob bersiaga penuh di check point 1 Mil 28, kawasan PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, Senin (20/3).

TERKAIT:

MIMIKA, KOMPAS.com — Manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) melarang karyawannya yang sedang berada di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Papua, naik ke Tembagapura, Rabu (15/7). Kebijakan itu diambil menyusul insiden penembakan misterius yang terjadi di Mil 49 jalan penghubung Tembagapura (areal produksi dan permukiman karyawan PTFI) dan Timika yang terjadi Selasa sore.

Hal itu dinyatakan juru bicara manajemen PTFI, Mindo Pangaribuan, ketika dihubungi di Jakarta, Rabu. "Kami memutuskan menahan karyawan yang berada di Timika untuk tidak naik ke Tembagapura karena pada Selasa kembali terjadi penembakan. Kami memutuskan, beberapa ruas jalan dari Timika ke Tembagapura tidak boleh dilalui karyawan. Kebijakan kami mulai berlaku sejak Rabu pagi, dan kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari polisi," kata Pangaribuan.

Ia menyatakan pada Rabu pagi, lebih dari 500 karyawan PTFI tertahan di Timika. "Mereka adalah karyawan yang akan naik ke Tembagapura melalui Checkpoint Gorong-gorong dan Checkpoint Mil 28. Meskipun demikian, kegiatan produksi kami tetap berjalan normal karena banyak karyawan kami masih berada di areal produksi di Tembagapura," ujar Pangaribuan.