
BANTUL, KOMPAS.com-RSUD Panembahan Senopati Bantul menyiapkan dua ruangan khusus di gawat darurat untuk merawat penderita yang diduga (suspect) terjangkit influenza A-H1N1. Untuk ambulans dan gedung khusus, RS tersebut belum memiliki.
"RS berencana mengajukan ke pemerintah pusat untuk pengadaan ambulans dan gedung khusus tersebut," ujar Wakil Direktur RS Panembahan Senopati, Rini Setyaningsih, Minggu (12/7).
Tentang persediaan obat tamiflu, dijamin cukup. Obat yang juga diperuntukan bagi penderita flu burung tersebut, sudah ada di sejumlah puskesmas.
Di Bantul terdapat seorang pelajar SMA warga Dusun Mrisi (Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan) berinisial GD (18) yang suspect A-H1N1. Ia dirawat di RS Sardjito, Yogyakarta, pekan lalu. GD adalah siswa yang mengikuti pertukaran pelajar. Kepala Seksi Survailance Dinas Kesehatan Bantul Bintarto menjelaskan, GD tinggal di California, Amerika Serikat, selama setahun, dan pulang ke Indonesia 5 Juli lalu.