Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:21 WIB
Argo Anggrek Dievakuasi KA Crane Cirebon
Haryo Damardono | Minggu, 12 Juli 2009 | 12:03 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — KA Argo Anggrek yang anjlok di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini sedang dievakuasi menggunakan KA crane dari Depo Lokomotif Cirebon. Demikian diungkapkan Kepala Pusat Komunikasi PT KA Adi Suryatmini, Minggu (12/7), yang dihubungi di Bandung.

Hal serupa juga dikatakan Kepala Humas PT KA Daerah Operasi IV Warsono, Minggu, saat dihubungi di Semarang. "KA crane sudah tiba di lokasi, lalu langsung mengangkat tiga gerbong yang anjlok," kata Warsono.

Mengapa harus jauh-jauh mendatangkan KA crane dari Cirebon? Ternyata, tidak setiap daerah operasi (daops) mendapatkan alokasi KA crane. Alokasi hanya diberikan bagi Daops II Bandung, Daops III Cirebon, Daops VI Yogyakarta, dan Divre III Sumatera Selatan.

Majalah Kereta Api Edisi 29, Desember 2008, dengan rinci mengupas keberadaan KA crane di tiap Daops. Dituliskan, KA crane yang dimiliki Depo Lokomotif Cirebon—yang patut diduga mengevakuasi KA Argo Anggrek—adalah KA Crane Gottwald.

KA Crane Gottwald ini diandalkan untuk tiap peristiwa luar biasa, bukan hanya di Daops III Cirebon, tetapi juga Daops IV Semarang, dan Daops V Purwokerto. KA crane buatan Jerman tahun 1993 ini sebenarnya dapat melaju sendiri, tetapi kecepatannya hanya 10 kilometer per jam sehingga sering kali harus ditarik dengan lokomotif.

Menurut Amad Sudarsih, Redaktur Pelaksana Majalah Kereta Api, KA crane pun dapat mengangkat beban hingga 100 ton sehingga mudah saja bila mengangkat gerbong penumpang.

Data teknis KA Crane Gottwald sebagai berikut. Tipe GS100.05, panjang 12,8 meter, lebar 7,64 meter, berat 84 ton, dan jumlah gandar 6 buah. Seperti kereta-kereta crane lain milik PT Kereta Api, maka KA Crane Gottwald ini berkelir kuning.