Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 23:07 WIB
Sembilan Daerah di Riau Terbakar
A. Wisnubrata | Minggu, 12 Juli 2009 | 11:37 WIB
|
Share:

PEKANBARU, KOMPAS.com — Sembilan daerah di Riau dilanda kebakaran hutan dan lahan. Demikian menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.
 
Berdasarkan pantauan terakhir satelit NOAA 18 diketahui bahwa kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di sembilan kabupaten/kota dengan 38 hotspot. Demikian kata staf analisis BMKG Kota Pekanbaru, Marzuki, di Pekanbaru, Minggu (12/7).
 
"Ada 38 hotspot sebagai indikator terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di sembilan kabupaten/kota," katanya. Sembilan kabupaten/kota tersebut adalah Rokan Hulu dan Siak dengan sepuluh titik api, serta Rokan Hilir dan Bengkalis dengan lima titik api. Selain itu, Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi dan Kota Dumai dengan dua titik api. Ditambah lagi, Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu masing-masing satu titik api sehingga totalnya menjadi 38 titik api.
 
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pantauan satelit NOAA 18 pada hari sebelumnya yang hanya mendeteksi adanya empat titik api di Riau. Peningkatan tersebut diprediksi BMKG Kota Pekanbaru sebagai dampak dari tingginya tingkat kekeringan serta potensi penyulutan api di Riau.
 
Karenanya, BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka hutan dan lahan dengan cara bakar guna menghindari kebakaran besar dan kabut asap.
 
"Pembukaan hutan atau lahan dengan cara bakar saat tingkat kekeringan berada pada level ekstrem dapat mengakibatkan api cepat menyebar luas hingga sulit dikendalikan selain menimbulkan kabut asap," katanya.
 
BMKG juga memprediksi peluang hujan di Riau hingga beberapa hari ke depan masih sangat minim. "Ada peluang hujan di beberapa wilayah di Riau namun hanya bersifat lokal dengan intensitas yang ringan saja," katanya.

Sumber :
Ant