JAYAPURA, KOMPAS.com — Markus Rante Alo, satu dari tiga petugas keamanan PT Freeport Indonesia (PTFI), yang merupakan korban penembakan orang tidak dikenal pada Minggu (12/7) di Mile-51 kawasan operasional PTFI, Tembagapura, Mimika, Papua, akhirnya meninggal dunia.
"Markus Rante Alo yang terkena tembakan di bagian punggung dan sempat dirawat intensif di Klinik Kuala Kencana, Timika, Kabupaten Mimika, Papua, akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIT," kata sumber di Timika, Minggu.
Sumber itu menyebutkan, saat ini jenazah Markus Rante Alo masih berada di Klinik Kuala Kencana dan belum diketahui proses lebih lanjut.
Pada sekitar pukul 10.00 WIT, Markus bersama dua rekannya, yaitu Edy Jawaro dan Pieter Bunga, membawa logistik dari Timika menuju Tembagapura.
Logistik ini akan dikirimkan kepada aparat keamanan yang sedang melakukan penyisiran pascapenembakan karyawan PTFI berkebangsaan Australia, Drew Nicholas Grant, pada Sabtu (11/7). Namun dalam perjalanan di Mile-51 Tembagapura, mereka mendapat serangan dari kelompok bersenjata tidak dikenal.
Markus terkena tembakan di bagian punggung, sedangkan Edy Jawaro dan Pieter Bunga terkena tembakan di bagian kaki. Mereka dirawat intensif di Klinik Kuala Kencana dan pada akhirnya nyawa Markus tidak tertolong.


