Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:39 WIB
Polresta Balikpapan Buru Pembunuh Balita
Ambrosius Harto | Jumat, 10 Juli 2009 | 18:42 WIB
|
Share:

Ilustrasi

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Andi Masmiyat berjanji jajarannya segera menangkap penculik dan pembunuh Irfan (3). Anak itu diculik sembilan hari lalu dan ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Kota Balikpapan, Kamis lalu.

"Saya perintahkan jajaran reserse kriminal di Polresta Balikpapan dan Polda Kaltim all out tangani kasus ini," kata Andi Masmiyat saat dihubungi dari Kota Samarinda, Jumat (10/7). Polisi telah memeriksa enam saksi antara lain nenek Irfan dan tiga warga yang menemukan jenazah korban dalam semak-semak sekitar 200 meter dari rumah anak itu di Kelurahan Batakan, Balikpapan.

Dari hasil otopsi oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwobo, lanjut Andi Masmiyat, pelaku membunuh Irfan alias Evan seusai menculik anak tersebut. Ada luka di kepala korban. Irfan ditemukan terikat dalam karung beras. Saat ditemukan, kondisi tubuh Irfan sudah rusak.

Andi Masmiyat mengatakan, sejak penculikan dilaporkan pada Kamis itu pula, polisi mencoba melacak keberadaan pelaku dengan teknologi informasi. Pelaku berkali-kali mengirim SMS bernada ancaman kepada Muni, ibu Irfan. Meski dapat dip astikan bahwa pelaku ada di Balikpapan, posisi akurat sang pembunuh gagal diidentifikasi.

"Namun, ada SMS yang membuat kami curiga bahwa pelaku tidak jauh. SMS itu berisi ancaman agar keluarga jangan melapor kepada polisi sebab pembunuh melihat ada polisi di sekitar rumah korban," kata Andi Masmiyat.

Polisi menduga motif awal kasus ini adalah uang atau persaingan usaha antara keluarga Irfan dengan orang lainnya. Pembunuh sempat meminta tebusan Rp 30 juta kepada keluarga Irfan. Pembunuh juga meminta bertemu keluarga korban untuk membahas pertukaran tetapi selalu membatalkan.

Andi Masmiyat mengakui, penanganan kasus agak lamban tetapi membantah polisi tidak serius bekerja. "Saya tegaskan kami all out," katanya.