KOMPAS
Kamis, 18 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Warga Desa Pelambung Terancam Terisolasi
Minggu, 5 Juli 2009 | 01:21 WIB

KARIMUN, KEPRI, KOMPAS.com - Ratusan warga Desa Pelambung, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, terancam terisolasi akibat Dinas PU Pemkab Karimun lamban memperbaiki badan jalan Pongkar-Pelambung.
    
"Warga terancam terisolasi sebab jalan itu satu-satunya perhubungan darat warga Pelambung, dan satu satunya akses  dari Tanjung Balai Karimun menuju lokasi wisata Pantai Pongkar dan Pelabuhan Kontainer di Teluk Mesodo," ucap Ketua Fraksi PDIP DPRD Karimun, Jamaluddin, di Meral, Sabtu (4/7).
    
Di sepanjang ruas jalan Pongkar-Pelambung terdapat banyak kerusakan, mulai dekat jembatan Stadion Badang Perkasa hingga ke Pelambung, yang terparah di dekat Kantor Koramil Tebing. "Sekitar 70 persen dari total luas badan jalan itu nyaris putus. Padahal proyek tersebut baru berusia satu tahun. Selain itu hampir di sepanjang jalan Pongkar-Pelambung ditemui tumpukan tanah menutupi badan jalan itu," paparnya.
    
Kerusakan terparah di Jalan Pelambung tidak jauh dari markas Koramil Tebing. Badan jalan yang memiliki lebar sekitar 5 meter itu nyaris putus, ruas jalan sepanjang 15 meter itu nyaris ambruk akibat tergerus air. Badan jalan yang masih utuh hanya tinggal sekitar 1,5 meter. Kerusakan tersebut disebabkan gerusan air mengalir dari Hutan Lindung Gunung Jantan dan Betina.
   
Untuk menandai potensi bahaya, pengendara kendaraan bermotor dan  masyarakat sekitar memasang tiang-tiang penyangga dari kayu.
   
Menurut Narti (37), warga, jika kondisi itu terus dibiarkan tidak tertutup kemungkinan satu bulan mendatang masyarakat Pelambung terpaksa kembali jalan kaki, disebabkan jalan tersebut tidak dapat dilalui lagi oleh kendaraan bermotor.
   
Terkait lambannya kinerja Dinas PU Pemkab Karimun, dia berpendapat, mungkin disebabkan karena umumnya desanya hanya dihuni oleh rakyat kecil, sehingga keluhannya tidak pernah dihiraukan oleh pejabat di Karimun.
   
Setiap tahun anggaran selalu dikucurkan untuk perawatan jalan, pos perawatan drainase, pos perawatan bahu dan badan jalan dengan nilai miliaran rupiah.
    
Dinas PU perlu menjelaskan secara rinci untuk apa saja dana perawatan itu digunakan.  "Hampir di setiap sudut jalan di Karimun masih ditemui kerusakan," ujarnya.

                                     
Bestek
   
    
Jamaluddin menduga pengerjaan proyek pembangunan jalan hotmiks Pongkar-Pelambung sepanjang 3,5 km X 6 meter di Desa Pelambung yang dibiayai dana ad hoc (penyesuaian) dan APBD Karimun tahun 2007 sebesar Rp 4,6 miliar, tidak sesuai dengan bestek. "Baru satu tahun usianya, sejumlah ruas di jalan tersebut sudah rusak. Kerusakan terparah sekitar 200 meter sebelum Koramil Tebing, ruas jalan tersebut sepanjang 15 meter, nyaris putus akibat gerusan air dari kawasan Hutan Lindung Gunung Jantan dan Betina," tuturnya
    
Selain itu dia juga menilai, kerusakan di beberapa ruas jalan tersebut, merupakan dampak dari buruknya kinerja pengawas, yang mengakibatkan pengerjaan proyek tersebut asal jadi. "Perlu dipertanyakan kinerja dari konsultan pengawasan  maupun pimpinan proyek dari instansi pemilik proyek tersebut," katanya.
    
Ia menegaskan, pengerjaan proyek  yang asal jadi, merugikan keuangan negara. "Dinas PU sebagai pemilik proyek diminta segera mengambil langkah-langkah bijak memperbaiki kerusakan itu, kerusakan tersebut telah terjadi sejak Oktober 2008," ucapnya.

 

 

Penulis: XVD   |     |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.