KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Segera dibentuk Aliansi Nelayan Tradisional Nusantara
Laporan wartawan KOMPAS Kornelis Kewa Ama Khayam
Sabtu, 4 Juli 2009 | 10:14 WIB
KOMPAS/LAKSANA AGUNG SAPUTRA

KUPANG, KOMPAS.com - Sesuai rencana, Aliansi Nelayan Tradisional Nusantara Laut Timor segera dibentuk 11 Juli 2009. Aliansi ini untuk memperjuangkan hak-hak nelayan tradisional di Laut Timor yang selama ini tidak mendapat perhatian pemerintah RI dan Australia.

Nelayan tradisional yang mencari ikan di Laut Timor tidak hanya nelayan Rote Ndao sebagaimana disampaikan pemerintah Australia, tetapi seluruh nelayan tradisional se Nusantara yang selama ini menjadikan Laut Timor sebagai mata pencarian. Ketua Forum Masyarakat Timor Barat, Ferdi Tanone di Kupang, Sabtu (4/7) mengatakan, masyarakat nelayan tradisonal mendatanginya beberapa kali di Kupang.

Mereka minta agar segera dibentuk satu wadah nelayan tradisional untuk menampung aspirasi, keluhan, penderitaan, dan persoalan yang mereka hadapi. "Selama ini mereka sulit didengarkan karena tidak ada lembaga resmi yang menyuarakan aspirasi mereka. Padahal, mereka sudah sangat menderita dari tahun ke tahun. Kapal mereka ditahan dan dibakar angkatan laut Australia, mereka sendiri dipenjarakan," kata Tanone.

Haji Burhanudin salah satu nelayan Kupang mengatakan, selama tahun 2008 ada 29 kapal nelayan dibakar dan ditenggelamkan tentara Australia. Harga kapal itu antara Rp 50 juta - Rp 75 juta, dan sebagian besar kapal belum lunas kredit.

"Kami makin susah hidup. Di sana banyak janda karena suami mereka ditahan di Australia, anak anak tidak sekolah, dan ada yang putus sekolah karena ayah mereka ditahan," katanya.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.