WASHINGTON, KOMPAS.com — Pemerintah Amerika Serikat mengatakan, pihaknya akan menyumbangkan 420.000 obat Tamiflu kepada Organisasi Kesehatan Pan-Amerika guna membantu memerangi virus influenza baru H1N1 di Amerika Latin dan Karibia.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS mengatakan, perawatan dan pencegahan virus bisa membantu keamanan kawasan itu, di samping juga AS.
Departemen tersebut membeli 50 juta obat antiviral, termasuk Tamiflu Roche AG yang dikenal sebagai obat generik oseltamivir, dan Relenza GlaxoSmithKline atau zanamivir.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS telah mengedarkan 11 juta obat itu pada April lalu, sesaat setelah flu babi pertama terdeteksi, dan sejak itu membeli 13 juta butir lagi.
Virus baru, yang dinyatakan pandemi pada bulan lalu, kini telah menulari lebih dari satu juta orang. Demikian menurut perkiraan Pusat untuk Pengawasan dan Pencegahan Penyakit AS.
Departemen Kesehatan telah membenarkan bahwa virus tersebut telah menyebabkan 170 orang tewas di AS, dan lebih dari 300 orang di seluruh dunia.
Sekretaris departemen, Kathleen Sebelius, mengumumkan sumbangan obat-obatan itu pada satu pertemuan para menteri kesehatan pemerintah di Cancun, Meksiko.
Organisasi Kesehatan Pan-Amerika (PAHO) adalah cabang Amerika untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


