YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DIY yang juga Raja keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono meminta masyarakat tidak perlu panik dan merespons berlebih tentang flu babi. Ia juga menegaskan bahwa daging babi asal DIY pun aman dikonsumsi masyarakat yang non-Muslim..
Hal itu dikatakan Sultan, Rabu (1/7) siang. "Yang kena flu babi kan orang luar yang datang ke Indonesia, bukan sebaliknya. Jadi, enggak perlu panik berlebih," ujar Sultan.
Sultan menganggap flu babi direspons berlebih. "Kan flu burung yang sebenarnya lebih berdampak," ucapnya.
Isu flu babi, yang mencuat April lalu, sebenarnya sudah berangsur reda sejak Juni, tetapi terpantik lagi sepekan terakhir. Tak urung harga daging babi tetap anjlok, yakni Rp 8.000 per kg, walau pengiriman sudah menuju lancar. Harganya masih jauh dari harga normal Rp 17.000 per kg.
Maryo Kusdiarto, peternak babi di Kwaron, Kasihan, Bantul, mengatakan, masyarakat dan media sering berlebihan kala menyikapi flu babi. "Penularan flu babi, itu, antarmanusia. Bukan dari ternak ke manusia," paparnya.
DI DIY terdapat setidaknya 360 peternak babi dengan pupulasi 25.000 babi. Kapasitas produksi mencapai 1.200 babi per bulan.


