Rabu, 3 September 2014

News / Regional

Harga Jual Cengkeh Mulai Tinggi

Senin, 29 Juni 2009 | 17:57 WIB

CIAMIS, KOMPAS.com — Di awal musim panen cengkeh saat ini, harga cengkeh kering di tingkat petani di Kabupaten Ciamis sudah mulai tinggi, yakni mencapai Rp 53.000 per kilogram. Petani dan pedagang cengkeh berharap pada puncak panen yang diperkirakan jatuh pada bulan Juli-Agustus mendatang harga tersebut dapat naik lagi.

Baru awal musim panen harga cengkeh di tingkat petani sudah mencapai Rp 53.000 per kilogram kering. Mudah-mudahan bulan Juli-Agustus harga akan naik lagi karena di bulan itulah puncak panen, tutur Ai Kusniah, pengepul cengkeh di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (29/6).

Harga di awal panen ini, kata Ai, sudah tergolong tinggi. Sebabnya, harga di awal panen tahun lalu saja berada di bawah Rp 30.000 per kilogram kering. Perlahan harga tersebut naik sampai Rp 60.000 per kilogram kering. Dengan harga awan panen sekarang Rp 53.000 per kilogram maka diharapkan pada puncak panen harga sudah jauh lebih tinggi dari itu.

Dalam sehari, cengkeh kering yang dijual petani ke Ai rata-rata mencapai 5-6 kuintal.

Seorang petani cengkeh di Desa Panumbangan, Kecamatan Panumbangan, Homidah (40), mengatakan, harga cengkeh kering sekarang menguntungkan petani. Tidak seperti dulu ketika harga cengkeh kering sempat berada di bawah Rp 10.000 per kilogram.

Dari 300 bata (1 bata = 14 meter persegi) areal tanaman cengkeh yang dimiliki Homidah, ia mendapat hasil panen 1 kuintal. "Selama ini tanaman jarang dipupuk. Kalau dipupuk mungkin hasil panennya bisa lebih banyak," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Ciamis semester II 2008, luas areal tanam cengkeh di Ciamis mencapai 4.345 hektar dengan produksi cengkeh kering 532,63 ton dan produktivitas 0,18 ton per hektar. Tanaman cengkeh tersebut tersebar di beberapa kecamatan sentra produksi cengkeh, seperti Kecamatan Langkaplancar, Panawangan, Panumbangan, dan Banjarsari.

Menurut Kepala Bidang Bina Usaha Kehutanan dan Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Ciamis Karsono, tahun 1980-an cengkeh di Ciamis pernah berjaya. Luas tanam cengkeh pun mencapai lebih dari 5.000 hektar. Saat itu, harga satu kilogram cengkeh kering sama dengan harga satu gram emas.

Setelah ada Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh atau BPPC, entah kenapa harga cengkeh anjlok. Hal ini diperparah dengan munculnya penyakit cacar daun. Akibatnya, biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual. Petani pun tidak tertarik lagi menanam cengkeh sehingga banyak tanaman cengkeh dibiarkan tidak terurus bahkan ditebang.

Karsono mengungkapkan, seingat saya, waktu itu petengahan 1980-an, ongkos panen saja Rp 4.000 per kilogram, sementara harga jual cengkeh cuma Rp 2.500 per kilogram. Akibatnya, banyak tanaman cengkeh yang dibiarkan tidak dipanen.

Sejak tahun 2005, kata Karsono, harga cengkeh mulai membaik, Rp 30.000 per kilogram kering. Petani pun mulai bergairah kembali menanam cengkeh sampai sekarang.


Editor :