Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 13:06 WIB
Densus 88 Mencari Bahrudin
IGN sawabi | Rabu, 24 Juni 2009 | 13:43 WIB
|
Share:

CILACAP, KOMPAS.com — Seorang warga Desa Pasuruhan RT 18 RW 6, Kecamatan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah, Bahrudin (60), dikabarkan sedang dalam pengejaran anggota Densus 88.
     
Berdasarkan informasi yang dihimpun, di Cilacap, Rabu, sejumlah anggota Densus 88 mendatangi Desa Pasuruhan pada Selasa (23/6) siang untuk mencari keberadaan Bahrudin yang diketahui mengelola Yayasan Dakwah Islam "Al-Muaddib" di desa itu.
     
Namun, ternyata orang yang dicari tersebut telah meninggalkan rumahnya sejak Sabtu (20/6). Bahrudin bersama keluarganya pergi ke Yogyakarta untuk menghadiri acara pernikahan anak kakaknya sekaligus untuk berlibur karena kebetulan dia juga punya rumah di Yogyakarta.
     
Anggota Densus mengajak seorang kerabat Bahrudin, Wasum AS (70), untuk memastikan alamat rumah buronan mereka di Yogyakarta. Namun sesampainya di sana, Bahrudin dan keluarganya tidak ditemukan sehingga Wasum pun dipersilakan pulang ke rumahnya di Cilacap.
     
Saat ditemui di rumahnya, Wasum mengatakan, Bahrudin tidak melarikan diri tetapi pergi ke Yogyakarta untuk menghadiri pernikahan keponakannya. "Kebetulan saya juga ikut menghadiri pernikahan tersebut meski berangkatnya selisih beberapa jam," katanya.
     
Selain akan menghadiri hajatan, kata dia, Bahrudin berencana untuk menghabiskan liburan bersama keluarganya. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti di mana Bahrudin akan berlibur. Dengan demikian, saat Wasum diajak Densus 88 ke Yogyakarta, mereka tidak menemukan Bahrudin dan keluarganya.
     
Disinggung mengenai sosok Bahrudin, dia mengatakan, selama ini adik iparnya tersebut dikenal baik oleh warga sebagai imam masjid serta pengelola pondok pesantren putri dan taman kanak-kanak yang berada di bawah naungan Yayasan Dakwah Islam "Al-Muaddib" di Desa Pasuruhan.
     
"Kesehariannya dia juga bertani dan berjualan madu di rumahnya. Dia juga enggak pernah pergi ke mana-mana, paling ke rumahnya di Yogyakarta," katanya. Dia pun mengaku sangsi terhadap dugaan keterlibatan Bahrudin dengan jaringan teroris, seperti yang dituduhkan Densus 88.
     
Hal tersebut juga dia sampaikan terhadap dugaan keterlibatan keponakannya, Sefudin Zuhry (40), dalam jaringan teroris. Saefudin Zuhry, warga Dusun Tritih RT 1 RW 5, Desa Danasri Lor, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, ditangkap Densus 88 di rumahnya pada Minggu (21/6) pagi.
     
Salah satu anak Wasum yang juga sepupu Nurlela (istri Saefudin), Ghofur, mengatakan, keluarga berharap pihak Mabes Polri dapat memberikan kabar keberadaan Saefudin yang dibawa Densus 88 termasuk kondisinya.
     
"Kami berharap dapat memperoleh kabar di mana Saefudin saat ini berada dan bagaimana kondisinya," kata dia. Bahkan Nurlela yang turut mendatangi hajatan di Yogyakarta, keberadaannya hingga saat ini juga tidak diketahui.
     
Dari informasi yang dihimpun, selain mencari Bahrudin, Densus 88 juga mencari salah satu menantu Bahrudin. Namun, siapa nama menantu Bahrudin, tidak ada satu pun keluarga dan masyarakat sekitar yang mengetahuinya.
     
"Kami hanya tahu dia sebagai suami Ari—anak Bahrudin—karena selama ini kami tidak mengenalnya. Mereka menikah secara siri dan diwakilkan," kata Ghofur.

Sumber :
Antara