KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Demam Facebook Tak Pengaruhi Pendapatan Warnet
Minggu, 7 Juni 2009 | 09:05 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com — Banyaknya warga masyarakat yang gemar "bermain" facebook belakangan ini belum meningkatkan pendapatan usaha jasa warung internet (warnet) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
     
Helmi, penjaga wanet di bilangan Jalan Brigjen H Basri Banjarmasih, Minggu, mengatakan, usaha warnetnya itu belum ada peningkatan pendapatan yang berarti walau kini sedang musim facebook (FB).
     
"Biasa saja, tidak ada peningkatan, meski orang lagi ramai-ramainya menggunakan facebook sejak sekitar dua bulan ini," kata pemuda penjaga warnet yang beroperasi sejak satu tahun lalu itu.
     
Menurut dia, karena sekarang sudah banyak dijual modem instan seperti CDMA dan GSM yang mudah dibawa ke mana-mana, asal ada komputer atau laptop, tinggal colok sudah browsing di internet.
     
Orang bisa kapan dan di mana saja ber-facebook, di kantor, sekolah dan kampus, asal ada modem seperti itu. Dengan kata lain tidak lagi harus ke warnet. Ia mengungkapkan, sebelum musim FB, orang banyak menggunakan friendster dan twitter di internet.

Untuk lebih memikat pengunjung datang ke warnetnya, ia mengaku melengkapi warnetnya dengan game online sehingga bisa menambah pemasukan dari pelanggan yang kebanyakan dari remaja.

Hendy, pengguna jasa internet yang tiap malam Minggu keluar masuk warnet, mengatakan lebih suka ke tempat yang servisnya memuaskan. Browsing cepat, ada AC (pendingin), minuman, snack serta tempatnya bersih.

Beberapa warnet yang dekat dengan kampus terbesar di Kalsel, Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), juga terlihat tidak ada lonjakan pengunjung, bahkan di tempat Smart Net yang persis berdampingan Unlam terlihat sepi.

Jasa warnet di Banjarmasin biaya per jamnya rata-rata antara Rp 3.000-Rp 4.000, dengan masing-masing punya kamar bilik suara (KBS) lima sampai sembilan ruangan.
     
Dia mengatakan, para pengguna warnet kebanyakan mahasiswa, tetapi dengan kemudahan mengases FB di mana saja, termasuk telepon genggam, membuat orang malas datang ke warnet.
     
Arul, teknisi Toko Adil Komputer, mengatakan, sekarang ini justru yang banyak laku adalah modem CDMA, selain karena mudah dibawa-bawa juga dapat menentukan harga isi modem tersebut. "Sekitar tiga bulan lalu hanya Rp 350.000, sekarang sudah mencapai Rp 400.000-Rp 500.000," ujar Arul.

Penulis: ABI   |     |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.