Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:59 WIB
Korban Lumpur Lapindo Minta Pemerintah Tegas
| Jumat, 29 Mei 2009 | 16:03 WIB
|
Share:

KOMPAS/IWA SETIYAWAN
Sebuah mobil ditutupi spanduk ajakan boikot pemilu pada saat unjuk rasa ratusan korban lumpur Lapindo ke Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Senin (30/3).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Memperingati tepat tiga tahun tragedi lumpur Lapindo, sekitar 60 orang dari Gerakan Menuntut Keadilan Korban Lapindo melakukan aksi Jumat Hitam Lapindo, di Jakarta, Jumat (29/5).

Aksi dimulai di depan Pasar Festival Kuningan sekitar pulul 14.45 dengan menggelar spanduk besar yang berisi kecaman terhadap Lapindo serta foto-foto akibat semburan lumpur. Mereka juga membacakan surat dari anak-anak korban Lapindo untuk presiden.

Luluk Uliyah dari JATAM mengatakan, akibat semburan lumpur Lapindo tiga tahun lalu, puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian dan lebih separuhnya adalah perempuan. "Korban lumpur Lapindo kehilangan harta, kesulitan akses air bersih, gangguan kesehatan, terputusnya akses pendidikan," kata Luluk.

Namun ironisnya, pemilik Lapindo sempat menyandang orang terkaya di Asia Tenggara tahun 2007. Aset keluarganya di bisnis energi, perkebunan, properti, baja, televisi, telekomunikasi, dan infrastruktur tahun lalu meningkat dari Rp 42,9 triliun menjadi Rp 94,18 triliun. Namun, ia mengatakan, hingga sekarang pemerintah tak mau bersikap tegas terhadap pemilik Lapindo, Aburizal Bakrie, yang menjabat sebagai Menko Kesra.

Rencananya, rombongan akan longmarch melewati aset-aset Bakrie di Jalan HR Rasuna Said menuju Bundaran HI. Nanti malam sekitar pukul 18.30, akan diadakan malam renungan yang diisi dengan pembacaan puisi, pembacaan surat dari anak-anak korban Lapindo untuk calon presiden, teatrikal, dan doa untuk korban Lapindo. (C8-09)