PEMALANG, KOMPAS.com — Aktivitas Gunung Slamet di Jawa Tengah cenderung menurun, Rabu (27/5). Selain penurunan jumlah gempa dan intensitas letusan, material yang dikeluarkan juga berkurang. Meskipun demikian, hingga saat ini, gunung tersebut masih berstatus siaga.
Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, jumlah gempa yang terjadi mulai pukul 06.00 hingga 12.00 sebanyak 80 kali, dengan amplitudo delapan hingga 29 milimeter. Lama gempa berkisar antara 40 dan 95 detik. Saat cuaca cerah, teramati 60 kali letusan asap putih tebal kehitaman, dengan ketinggian antara 50 dan 750 meter.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Sukedi, mengatakan, dari sisi visual maupun kegempaan, aktivitas Gunung Slamet memperlihatkan penurunan. Suara gemuruh yang muncul bersama dengan letusan masih ada, tetapi lemah.
"Selain itu, hujan abu juga sudah tidak terjadi. Sebelumnya, hujan abu sampai ke permukiman warga, dengan radius delapan hingga 10 kilometer dari puncak gunung. Material yang dikeluarkan juga berkurang. Letusan material masih ada, tetapi lemah," ujarnya.
Sukedi mengatakan, pihaknya masih mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Slamet, dari waktu ke waktu. Masyarakat di sekitar gunung diimbau tetap waspada dan menjalankan tetap aktivitas seperti biasa.
Meskipun aktivitas Gunung Slamet cenderung menurun, kepercayaan masyarakat terhadap keamanan kawasan di sekitar gunung tersebut belum pulih. Hal tersebut terlihat dari sepinya kunjungan wisatawan di obyek wisata air panas Guci.
Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Guci Imam Sutanto mengatakan, dibandingkan bulan April dan Mei tahun lalu, kunjungan wisatawan saat ini turun sekitar 70 persen. Hal tersebut mengakibatkan penurunan aktivitas ekonomi para pedagang dan pemilik vila di Guci.
Padahal, obyek wisata air panas Guci masih aman untuk dikunjungi. Berdasarkan pengukuran terakhir, suhu air di lokasi pemandian hanya 41 derajat celsius.
Dana Tak Terbatas
Asisten I Sekretariat Daerah Pemkab Tegal, Haron Bagas Prakosa, mengatakan, Pemkab Tegal menyediakan dana tidak terbatas untuk mengantisipasi dan mengatasi dampak letusan Gunung Slamet. Pemerintah juga terus mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa objek wisata Guci masih aman dikunjungi. "Pada prinsipnya, lokasi wisata masih terbuka untuk umum. Penetapan status dilakukan sungguh-sungguh sehingga tidak perlu takut," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono mengatakan, masyarakat diminta untuk waspada, baik terhadap penyakit radang mata, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), maupun penyakit kulit.
Pihaknya juga telah melakukan pengobatan gratis kepada masyarakat dan membagikan obat tetes mata. Selain itu, apabila terjadi kejadian luar biasa, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng juga telah menyiapkan empat tenda kesehatan di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong.
