MAGETAN, KOMPAS.com — Ribuan warga dari Magetan dan kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah berbondong-bondong melihat dari dekat bangkai pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Rabu (20/5).
Dari Magetan, Jumat, dilaporkan, masyarakat yang datang dengan sepeda motor dan mobil itu berasal dari Madiun, Nganjuk, Jombang, Kediri, Malang, Surabaya, Lamongan, Bojonegoro, dan beberapa daerah di Jawa Tengah. Hal itu membuat Jalan Raya Magetan-Ngawi atau ke Jawa Tengah sempat mengalami kemacetan yang panjang, terutama saat melintasi jalan masuk ke Desa Geplak.
Beberapa anggota militer TNI-AD dan TNI-AU yang bertugas di Magetan dan sekitarnya juga tampak datang bersama keluarganya dengan mengendarai sepeda motor. "Anak saya mengajak datang ke lokasi, karena dia tidak puas hanya menonton di televisi, apalagi teman-temannya juga banyak bercerita sudah menyaksikan sendiri," kata seorang anggota TNI-AD, Sutrisno.
Sementara itu, dua anaknya yang berusia tiga tahun dan delapan tahun hanya tersenyum sambil menunjuk ke arah pesawat yang sudah terpotong-potong menjadi beberapa bagian kecil itu, kecuali dua bagian yang masih tampak besar.
"Keramaian" itu dimanfaatkan warga Desa Geplak untuk membuka penitipan sepeda motor dan mobil, sehingga masyarakat yang datang harus berjalan kaki sekitar 1,5 kilometer ke lokasi bangkai pesawat. Jalan setapak ke lokasi bangkai pesawat hanya cukup untuk 2-3 orang yang berjalan kaki dengan kanan jalan merupakan jurang yang tidak terlalu curam dan kiri jalan merupakan areal persawahan dan sungai kecil.
Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang berjalan kaki di pematang sawah dan kakinya belepotan lumpur karena jalan setapak yang ada macet akibat "lautan" manusia, apalagi beberapa pedagang minuman juga "menyita" sebagian jalan setapak yang ada.
Namun, masyarakat juga tidak bisa terlalu dekat melihat bangkai pesawat karena polisi membuat police line di sekitar lokasi kejadian yang dijaga belasan polisi Magetan. "Kami tidak melarang, tapi lokasi jatuhnya pesawat memang harus diamankan, karena mungkin masih ada bahan bakar pesawat yang tersisa, sehingga mungkin bisa terjadi ledakan kecil," kata seorang anggota kepolisian yang berjaga sejak dua hari lalu.
Hingga hari ketiga evakuasi, Jumat (22/5), puluhan aparat TNI, Basarnas, tim DVI, dan petugas lainnya terlihat masih memotong bangkai pesawat. "Kalau dipotong akan memudahkan pengangkutan," kata anggota Basarnas Kantor Cabang Surabaya, Adi.
