Jenazah korban kecelakaan pesawat C 130 Hercules Alfa 1325 disemayamkan di hanggar Skadron Udara 15 Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur, Kamis (21/5). Sebanyak 44 jenazah yang telah diidentifikasi dipulangkan ke tempat asal antara lain Jakarta, Bandung, Pontianak, Makassar, Yogyakarta, Malang,dan Nusa Tenggara Barat.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Evakuasi korban kecelakaan pesawat C 130 Hercules Alfa 1325 di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur, terus dilakukan, Kamis (21/5). Sebanyak 44 jenazah yang telah diidentifikasi dipulangkan ke tempat asal antara lain Jakarta, Bandung, Pontianak, Makasar, Yogyakarta, Malang,dan Nusa Tenggara Barat.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Roda pesawat C-130 Hercules TNI AU, Kamis (21/5), diantara puing-puing rumah warga di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jatim yang ikut hancur akibat kecelakaan Hercules yang berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta ke Lanud Madiun, Jatim.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Warga menonton proses evakuasi korban kecelakaan pesawat Hercules C 130 nomor registrasi A 1325 milik TNI AU yang jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur, Kamis (21/5).
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 58 jenazah korban tewas jatuhnya pesawat Hercules di Magetan, Kamis (21/5), diberangkatkan menuju daerah asal korban. Pemberangkatan jenazah dilepas oleh Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Iswahyudi Marsma TNI Bambang Samoedra.
Ratusan anggota keluarga korban melepas pemberangkatan jenazah di hanggar Skuadron 15 Lanud Iswahyudi. Pemberangkatan jenazah menggunakan enam pesawat: tiga Hercules, satu Cassa, satu CN, dan satu Fokker. Sementara itu, di lokasi kecelakaan hanya tinggal puing-puing reruntuhan pesawat.