Rabu, 22 Oktober 2014

News / Regional

Belum Ada Perintah "Grounded" Hercules

Kamis, 21 Mei 2009 | 14:06 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Marsekal Pertama Ida Bagus Anom Manuaba, Kamis (21/5), menuturkan bahwa hingga saat ini belum ada perintah grounded atau tidak menerbangkan pesawat Hercules, menyusul jatuhnya pesawat Hercules, Rabu lalu di Magetan.

"Hingga saat ini, belum ada perintah untuk meng-grounded Hercules. Buktinya, pesawat Hercules kami, 1315 dan 1312, yang ada di sini sedang melakukan kegiatan operasi," ujar Ida Bagus Anom sebelum memimpin upacara pemakaman jenazah Serka Agus Indra Kurniawan, anggota skuadron 31 Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang turut menjadi korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 pada Rabu lalu. Menurutnya, kebijakan melakukan grounded pesawat murni kewenangan pimpinan TNI AU.

Namun yang jelas, menurut Ida Bagus Anom, saat ini hanya lima pesawat Hercules di skuadron 32 Malang yang bisa beroperasi. Sebuah pesawat Hercules juga sedang menjalani retrovit atau perawatan dan pembenahan di Singapura.

"Pesawat Hercules yang bisa beroperasi di Skuadron 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang sebanyak lima pesawat, yaitu empat pesawat kargo, dan sebuah pesawat tangker," ujarnya.

Menurut Ida Bagus Anom, pesawat tidak beroperasi biasanya karena menjalani perawatan ringan, sedang, dan berat. Dengan adanya sebagian pesawat dalam perawatan itu, menurut Ida Bagus Anom, maka dilakukan sirkulasi pesawat.

Perbaikan pesawat tersebut bukan kanibal, melainkan, dia mengatakan, merupakan pemanfaatan berdasarkan sasaran kesiapan yang dibuat setiap tahunnya di suatu skuadron.

Masih menurut Ida Bagus Anom, yang juga mantan komandan Skuadron 31 (Skuadron Hercules di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta), keberadaan pesawat Hercules di Indonesia berlangsung secara bertahap sejak tahun 1963, 1970-an, dan 1980-an.


Editor :