CIMAHI, KOMPAS.com — Buruh yang berasal dari Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat berunjuk rasa di depan kantor cabang PT Jamsostek Kota Cimahi, Senin (18/5). Massa dari berbagai serikat pekerja, seperti Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) itu datang untuk menolak nota kesepahaman yang dilakukan PT Jamsostek dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Menurut Koordinator Aksi Edi Suherdi, PT Jamsostek telah menandatangani kesepahaman dengan Gubernur Jabar untuk mengucurkan dana tanggung jawab korporat sebesar Rp 10,6 miliar kepada Pemprov Jabar. Rencananya, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk program penciptaan sejuta lapangan pekerjaan yang dulu dijanjikan dalam pemilu gubernur.
"Yang ada di PT Jamsostek seluruhnya berasal dari uang buruh yang dipotong dari upah mereka. Dana itu harusnya digunakan untuk kesejahteraan buruh seperti bantuan PHK atau beasiswa, bukan untuk kepentingan politik semata," tegas Edi.
Hingga kini, massa masih berunjuk rasa dan belum beraudiensi dengan perwakilan PT Jamsostek cabang Cimahi. Beberapa pegawai yang ditemui menolak berkomentar sampai audiensi dengan perwakilan pengunjuk rasa dilakukan.