Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:37 WIB
DKI Sebarkan 73.000 Tamiflu
Egidius Patnistik | Jumat, 15 Mei 2009 | 17:15 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Kesehatan DKI Jakarta membagikan 73.000 kapsul Tamiflu sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran virus A/H1N1 atau virus flu babi. "Kami sudah menyebarkan ke semua suku dinas (sudin) dan puskesmas," kata Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DKI dr Ida Bagus Nyoman Banjar di Jakarta, Jumat (15/5).

Banjar menyebutkan, hingga tanggal 15 Mei, Jakarta masih bebas dari penderita influenza A/H1N1. Meskipun demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat terhadap para suspek (orang yang disangka penderita). "Kami telah menyiapkan tiga rumah sakit rujukan yaitu di RS Persahabatan, RSPAD Gatot Subroto, RSPI Sulianti Saroso," katanya. Masyarakat bisa mendapatkan perawatan gratis di ketiga rumah sakit tersebut jika terbukti positif menderita flu A/H1N1.

Sementara itu, hingga tanggal 14 Mei, pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 6.497 kasus di 33 negara di seluruh dunia, dengan korban tewas sebanyak 65 orang atau sekitar satu persen. WHO juga telah menaikkan level kewaspadaan flu A/H1N1 itu ke tingkat 5 (lima) atau sebagai pandemi.

Banjar mengatakan, Jakarta bersiaga karena flu tersebut telah memasuki kawasan Asia, dengan dua suspek ditemukan di Thailand. "Kami mengimbau pemberlakuan universal precaution terutama bagi petugas medis yang melakukan kontak langsung dengan penderita," katanya.

Selain itu, baik di puskesmas, maupun rumah sakit, juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien yang dicurigai terjangkit dengan melakukan analisa lebih tajam, seperti apakah pasien tersebut melakukan perjalanan keluar negeri akhir-akhir ini.
    
Bagi masyarakat luas, Dinas Kesehatan juga menyebarkan pamflet mengenai peringatan penyebaran penyakit tersebut. "Petugas medis juga melakukan penyuluhan ke masyarakat mengenai etika batuk, misalnya dengan menutup mulut," katanya. Masyarakat diminta waspada karena virus yang beredar saat ini, disebut Banjar, bukan lagi virus flu babi (H1N1), tetapi merupakan mutasi tiga virus berbeda dan telah dapat berpindah antar-manusia.

Pemprov DKI memiliki dana antisipasi kejadian luar biasa (KLB) sebesar Rp 2 miliar, dan Banjar menyebut bahwa dana inilah yang akan digunakan untuk penanggulangan flu A/H1N1 jika memasuki Jakarta.

Sumber :
Ant