JAKARTA, KOMPAS.com — Pencalonan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto sebagai wakil presiden mendampingi calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri tampaknya semakin menguat.
Dikabarkan, mantan Danjen Koppasus tersebut akhirnya bersedia dicalonkan sebagai cawapres dengan deal tertentu. Salah satunya, jika pasangan tersebut berhasil memenangi Pemilu Presiden 2009, kewenangan Prabowo akan lebih besar dibandingkan Megawati. Hal ini dibenarkan oleh salah satu sumber dari Partai Gerindra kepada Kompas.com, Kamis (14/5) sore di Jakarta. "Iya, mengarah ke sana," ujar sumber yang tidak mau disebut namanya tersebut.
Namun, menurutnya, skenario Mega-Pro masih memiliki peluang untuk berubah, kendati batas waktu pengajuan pasangan capres dan cawapres di Komisi Pemilihan Umum semakin dekat. Namun, peluang tersebut tidak besar.
Kabar adanya kepastian pendeklarasian Prabowo sebagai cawapres di markas Gerindra pada Kamis sore ini ditepisnya. "Belum ada itu," ujarnya. Hingga saat ini, suasana di kantor DPP Gerindra masih sepi.
Terkait kepastian berkoalisi dengan PDI Perjuangan, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengatakan belum dapat memastikannya. "Saya belum mendapat kabar hasil pertemuan Gerindra dengan PDI Perjuangan," ujarnya kepada Kompas.com.
