Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:26 WIB
Proyek Jalan Tol Bogor Ring Road Molor
Soewidia Henaldi | Rabu, 13 Mei 2009 | 07:16 WIB
|
Share:

WARTA KOTA/ SOEWIDIA HENALDI

BOGOR, KOMPAS.com - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meresmikan pengoperasian Jalan Tol Bogor Ring Road (BRR) tahap I bertepatan dengan Hari Jadi Bogor 3 Juni mendatang sepertinya bakal meleset. Pasalnya, ruas BRR Sentul Selatan-Kedunghalang sepanjang 3,7 kilometer hingga kemarin masih dalam proses pengerjaan.

Pantauan Warta Kota di lokasi, Selasa (12/5), pembangunan proyek yang menelan biaya hingga Rp 1,5 triliun itu baru sekitar 40 persen. Sejumlah pekerja tampak masih melakukan perataan tanah, serta pembuatan saluran air, terowongan Jalan Kaumsari, dan jembatan penyeberangan orang.

Di kawasan Kedunghalang, tepatnya di simpang Tugu Narkoba yang rencananya bakal dijadikan pintu tol, areanya masih dalam bentuk tebing. Bahkan pengerjaannya masih dalam tahap meratakan tanah. Belum ada pembangunan fisik atau minimal tiang pancang sambungan tahap II antara Kedunghalang-Taman Yasmin dengan panjang 4,1 kilometer

Sejumlah warga yang ditemui berharap proyek BRR yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di pusat Kota Bogor ini segera rampung. ”Kita berharap proyek ini cepat selesai, soalnya kalau jalan tol ini selesai, bisa mengurangi kepadatan kendaraan di Kota Bogor,” kata Solihin, warga Yasmin, Tanahsareal.

Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bogor Daud Arsandi yakin bahwa pembangunan Jalan Tol BRR tahap pertama sudah rampung pada Juni mendatang. ”Meski bukan kewenangan kami, tapi informasi yang kami terima memang proyek Tol BRR tahap pertama harus sudah selesai Juni mendatang,” ujarnya ketika ditemui di kantornya.

Sedangkan Wali Kota Bogor Diani Budiarto menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol kemungkinan baru selesai akhir 2009 ini. ”Diharapkan, akhir tahun ini selesai sehingga BRR dapat secepatnya mengurai kemacetan,” katanya.

Proyek pembangunan BRR yang dibagi dalam tiga tahap ini sempat terhambat pembebasan tanah. Akibatnya, penyelesaian pembangunan tahap pertama molor. Target selesai akhir 2008 dan bisa difungsikan triwulan pertama 2009 tak tercapai.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat melakukan breaking ground tanda dimulainya pembangunan fisik pada 2007 mengatakan, seharusnya sesuai dengan rencana awal Seksi 1 harus sudah selesai tahun 2007. ”Tapi kami percaya PT Jasa Marga akan berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini pada akhir tahun 2008, sehingga siap difungsikan pada triwulan pertama tahun 2009,” ujarnya saat itu.