Sabtu, 23 Agustus 2014

News / Regional

Bumi Sejuta Sapi, Apa Itu?

Selasa, 12 Mei 2009 | 15:28 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Gabungan Komisi I DPRD NTB meminta eksekutif untuk menetapkan kawasan yang akan dijadikan pengembangan Bumi Sejuta Sapi.
     
"Sebab kawasan pengembangan ternak di daerah ini cukup luas, terutama di Pulau Sumbawa, namun belum ditentukan lokasinya," kata Sekretaris Gabungan Komisi I DPRD NTB, Abdul Hadi Faishal di Mataram, Selasa.
     
Saat ini DPRD NTB sedang membahas Raperda Tentang revisi Perda Nomor 11 Tahun 2006 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta tiga Raperda lainnya. Dia mengatakan, Pulau Sumbawa sangat cocok dijadikan kawasan pengembangan Sejuta Sapi yang daerahnya terdiri atas banyak pegunungan dan membantu sapi bisa cepat berkembang.
      
"Pulau Lombok akan dijadikan kawasan pengembangan sapi Inseminasi Buatan (IB) sebagaimana kini dilakukan di Amor-Amor, Lombok Utara," katanya.
     
Sebelumnya, Gubernur NTB, KH M Zainul Majdi mengatakan, program Sejuta Sapi Tenggara Barat (NTB) segera dijadikan program nasional, karena program tersebut dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya peternak.
        
Program tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang Bumi Sejuta Sapi dan Presiden sangat antusias sekaligus mendukung. "Presiden justru berjanji jika ada investor besar bidang peternakan akan diarahkan untuk meninjau peternakan sekaligus berinvestasi di NTB," katanya.
     
Peternakan sapi NTB menempati peringkat delapan nasional dengan jumlah populasi sapi mencapai 507.836 ekor, sedangkan populasi sapi rata-rata 93.500 ekor per tahun dan kerbau 27.000 ekor per tahun.
     
Dari total jumlah produksi ternak sapi tersebut, 50 persen di antaranya berada di Pulau Sumbawa, sehingga Pemerintah Provinsi NTB menetapkan Pulau Sumbawa sebagai ujung tombak bagi kesuksesan pelaksanaan program NTB Bumi Sejuta Sapi.
      
"Sejak dulu NTB dikenal sebagai gudang ternak sapi, karena mampu mengirim ternak potong ke berbagai daerah di Indonesia termasuk Jakarta untuk memenuhi kebutuhan daging di daerah tersebut," katanya.
      
"Jumlah ternak potong di NTB setiap tahun sekitar 55.000 ekor terdiri atas sapi dan kerbau, sebanyak 15.400 ekor di antaranya untuk kebutuhan lokal dan selebihnya dikirim ke berbagai daerah di Indonesia," katanya.


Editor :
Sumber: