BOGOR, KOMPAS.com — Penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor pertanian hanya sekitar 20,9 persen. Hal ini masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan penyerapan KUR di sektor perdagangan yang mencapai 63,5 persen.
Hal tersebut disampaikan Ekonom Senior Indef Bustanul Arifin di sela seminar Menuju Pendirian Bank Pertanian di BICC, Bogor, Senin (11/5). "Sektor perdagangan menyerap KUR tertinggi 63,5 persen, dan sektor pertanian hanya sekitar 20,9 persen. Sektor ekonomi lain menyerap KUR hanya sekitar 3 persen dari total," ujarnya.
Tanggal 5 November 2007, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan KUR untuk meningkatkan aktivitas perekonomian, pengentasan kemiskinan, dan penyerapan tenaga kerja. Tahun 2008, pemerintah menargetkan dana tersalur Rp 15 triliun. Namun, realisasi dana tersalur per Desember 2008 hanya Rp 12, 456 triliun. "Realisasi debitur juga kurang dari target atau hanya sekitar 1.65.544. Padahal, target hanya sebesar 2 juta," tuturnya.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

