Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 00:08 WIB
Tim Ekspedisi Masih Berkutat di Garut
M Suprihadi | Rabu, 6 Mei 2009 | 10:40 WIB
|
Share:

KOMPAS.com/ FIKRIA HIDAYAT
Memasuki Jalur Selatan Jawa Tengah Sebuah eksavator beroperasi di jalan lintas selatan di Kecamatan Giriwayo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, ketika tim Ekspedisi Susur Selatan Jawa 2009 Harian Kompas melintas, Jumat (1/5). Secara umum, infrastruktur jalur selatan di Jawa Tengah telah siap digunakan dibandingkan dengan Provinsi Jawa Timur yang masih belum tersambung.

TERKAIT:

PAMEUNGPEUK, KOMPAS.com - Pada hari ke-11, Rabu (6/5) ini, Tim Ekspedisi Susur Selatan Jawa Harian Kompas 2009, masih berkutat di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pagi ini tim sudah mengawali kegiatan wawancara dengan usahawan lokal Asep. Selain memiliki hotel ANB, H Asep Saepudin mempunyai banyak usaha, antara lain 70 hektar kebun karet, pedagang minyak sawit (CPO) dan inti sawit (KPO), pengolahan limbah, kontraktor, dan banyak usaha lainnya. Ia juga aktif di sejumlah organisasi lokal.

Sekitar pukul 09.00 ini tim akan kembali berpencar untuk mengeksplor obyek-obyek liputan.
Tim pertama akan melihat kondisi dermaga santolo di Pameungpeuk. Dermaga ini dibangun Belanda untuk kepentingan pengiriman hasil bumi dari kawasan selatan Garut seperti rempah-rempah.

Akan tetapi pelabuhan yang pada zaman dulu sangat berarti secara ekonomis itu justru tak lagi digunakan. Pemerintah membangun pelabuhan perikanan di sebelahnya.

Tim ini juga akan menyusuri empat obyek wisata pantai yang sangat indah tetapi belum tergarap karena minimnya infrastruktur.

Tim kedua akan melihat kondisi jalan raya Cikajang. Jalan utama sebagai penghubung jalur tengah dan lintas selatan ini diyakini menjadi faktor utama untuk mempercepat pembangunan kawasan selatan.

Sayangnya, jalan itu kondisinya rusak berat. Padahal, melalui jalan itulah distribusi hasil perkebunan, perikanan, pertambangan, dan juga faktor produksi dan sembako.

Sedangkan tim ketiga akan mengunjungi kampung Dukuh yang mempunyai kearifan lokal untuk menyelamatkan hutan. Juga menulis peran ojek sebagai sarana transportasi di kawasan ini.
Di luar itu tidak tertutup kemungkinan liputan lain yang masih berkait dengan jalan lintas selatan.