Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:02 WIB
Penonton Mengamuk, Muhammad Agus Tewas
IGN sawabi | Minggu, 3 Mei 2009 | 09:07 WIB
|
Share:

Ilustrasi pemukulan

BOJONEGORO, KOMPAS.com — Seorang penonton pertunjukan musik di alun-alun Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (2/5) malam pukul 22.00, tewas setelah kepalanya terkena lemparan batu.
     
Kepala Polsek Ngasem AKP Aruman ketika dimintai konfirmasi di Bojonegoro, Minggu pagi, membenarkan, Muhammad Agus AU (17), warga Desa Ngambon, Kecamatan Ngambon, menjadi korban amuk penonton pada pertunjukan itu. "Korban tewas karena terkena lemparan batu penonton lainnya yang mengamuk," katanya.
     
Setelah kejadian itu, polisi setempat menghentikan pertunjukan band. Tidak hanya Agus yang menjadi korban amuk penonton itu, Djianto (18), warga Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo, menderita luka bacok di tangan kirinya hingga patah. Hingga Minggu pagi ini, korban masih dirawat di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo.
     
Penonton lain yang menderita luka-luka, antara lain Andik Suyitno (18), warga Ngambon, Kecamatan Ngambon; Elton (19), warga Desa Sengon, Kecamatan Ngambon; Jaelani (19), warga Desa Mbutoh, Kecamatan Ngasem; Budi Santoso (18), warga Desa Dolokgede, Kecamatan Ngambon; dan Andi, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo.
     
"Kepala saya bocor terkena lemparan batu," kata Andi, salah seorang korban. Andi menceritakan, malam itu dirinya dan Muhammad Agus berboncengan sepeda motor dari rumah mereka menuju alun-alun Desa Ngasem untuk melihat parade band Djarum 76.
     
Setiba di lokasi, dia dan korban bergabung dengan sejumlah rekannya menuju tengah lapangan untuk ikut berjoget dan bergoyang mengikuti irama musik. Mendadak puluhan penonton lain yang baru datang langsung mengamuk. Mereka menyerbu penonton yang berada di tengah alun-alun. Sebagian dari mereka ada yang melempari pononton dengan batu dan yang lain mengamuk dengan menggunakan senjata tajam.
     
"Para pelaku itu adalah penonton yang baru datang, dan usia mereka rata-rata sebaya dengan saya," katanya. Andi ataupun Djianto mengaku tidak memiliki musuh sehingga tidak tahu musababnya puluhan penonton itu mengamuk pada ajang parade band remaja itu.
     
Tak pelak, begitu melihat puluhan orang mengamuk, para penonton berlarian menyelamatkan diri, termasuk Muhammad Agus. Namun, sayang, korban terkena batu besar di kepalanya dan nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
     
Polisi, kata Aruman, belum tahu pasti motif penyerangan yang dilakukan puluhan remaja dalam parade band itu. "Kami masih memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk memanggil panitia penyelenggara band," katanya.

Sumber :
Ant