Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 14:37 WIB
Pemusnahan Ternak Babi Belum Diperlukan
Rosdianah Dewi | Sabtu, 2 Mei 2009 | 11:49 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Petugas rumah karantina hewan babi, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat menyemprotkan disinfektan, Rabu (29/4). Merebaknya kasus flu babi, rumah karantina ini meningkatkan pencegahan dengan melakukan penyemprotan disinfektan dua kali sehari serta pengawasan lalu lintas ternak.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat saat ini seakan dihantui ketakutan akan virus flu babi sehingga ada pihak yang ingin melakukan pemusnahan babi. Namun begitu, menurut Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Departemen Pertanian Darminto, pemusnahan hewan ternak ini belum diperlukan.

"Sampai sekarang belum ditemukan ada hewan ternak yang mengidap virus H1N1 yang mengakibatkan flu meksiko. Lagi pula penyakit ini ditularkan dari manusia ke manusia," terang dia di sela acara Polemik yang digelar di Warung Daun, Jakarta (2/5).

Ia menerangkan, jika nantinya ditemukan virus H1N1 pada babi maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut apakah virus tersebut adalah virus klasik yang memang ada pada babi atau virus yang sama dengan yang ditemukan di Meksiko.

Oleh karena itu, Darmanto meminta masyarakat tidak perlu takut untuk mengonsumsi daging babi. "Segala virus akan mati setelah dimasak, selain itu virus itu juga akan mati secara otomatis setelah terkena suhu 53 derajat celsius," terangnya.

Selain itu, warga yang bermukim di dekat peternakan babi juga tidak perlu merasa khawatir akan terkena penyakit ini karena virus H1N1 hanya menular dari manusia ke manusia.

Pihak Departemen Pertanian, lanjut dia, telah membentuk tim yang sedang terjun ke daerah-daerah untuk melakukan berbagai penelitian dan penyuluhan. Darminto juga mengingatkan warga untuk tetap waspada dengan cara meningkatkan sanitasi.

"Meski masyarakat dan peternak tidak perlu khawatir, namun kita juga harus tetap waspada. Peternak harus tetap meningkatkan sanitasi pada peternakan mereka, dan lakukan juga penyemprotan disenfektan secara rutin," saran dia.