BEIJING, KOMPAS.com — Pemerintah China, Sabtu (2/5), memutuskan untuk menghentikan penerbangan dari Meksiko ke Shanghai menyusul adanya kasus H1N1 atau flu babi dalam sebuah penerbangan yang datang dari negara di benua Amerika itu.
"China telah menyampaikan kepada Pemerintah Meksiko dan perusahaan penerbangan terkait keputusan ini." Demikian Kementerian Luar Negeri China seperti dikutip Xinhua, di Beijing, Sabtu. Penerbangan akan dibuka kembali tergantung pada situasi pengawasan penyakit tersebut.
Mengenai penumpang warga China yang merencanakan terbang ke Shanghai dari Meksiko pada 3 Mei, Pemerintah China mempertimbangkan untuk mengirimkan sebuah pesawat sewaan untuk membawa mereka pulang.
Sikap tegas Pemerintah China itu diambil menyusul pihak berwenang di Hong Kong mengonfirmasi bahwa untuk pertama kalinya di wilayah administrasi khusus China tersebut ditemukan kasus influenza H1N1 atau lebih dikenal flu babi.
"Kasus pertama tersebut menimpa seorang warga Meksiko yang tiba di Hong Kong melalui udara dari Shanghai pada Kamis lalu. Pasien menginap di Metro Park Hotel, Wancai, Hong Kong, dan selanjutnya pergi ke dokter setelah mengalami gejala flu, termasuk demam," kata Ketua Eksekutif Hong Kong Donald Tsang.
Pemerintah setempat segera menaikkan tingkat kewaspadaan dari "serius" menjadi "darurat", tingkat tertinggi di Hong Kong. Demikian Tsang mengumumkan setelah melakukan pertemuan darurat.
Kepala Sekretaris Hong Kong Henry Tsang mengatakan, pemerintah akan memerangi influenza H1N1, dengan melakukan pencegahan di wilayah perbatasan.
Berbicara kepada sejumlah wartawan setelah melakukan inspeksi pencegahan di pengawasan Lo Wu dan bandara, Tang mengatakan, pemerintah telah mengupayakan suatu pendekatan serius dalam memberantas virus baru itu.
"Pengawasan di wilayah perbatasan yang paling penting untuk pencegahan," kata Tang seraya mengatakan bahwa para wisatawan harus melalui alat penguji suhu badan saat berada di perbatasan dan akan diberi saran kesehatan.
Untuk mencegah penularan virus mematikan itu, Pemerintah China juga telah memutuskan untuk menghentikan impor babi dan produk babi dari Meksiko serta Amerika Serikat pada awal pekan ini.
