Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 10:59 WIB
Kerjasama ASEAN dan AS untuk Hadapi Flu Babi
| Sabtu, 2 Mei 2009 | 06:38 WIB
|
Share:

(AP Photo/David J. Phillip)
Ahli mikrobiologi Gilbert Ortiz (kiri) membawa sampel virus flu burung di Houston Department of Health and Human Services, Houston, 29 April 2009

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pejabat kesehatan masyarakat ASEAN dapat memanfaatkan kesempatan untuk membahas isu flu babi dengan Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (AS) yang berkedudukan di Atlanta.
"Kami menjajaki kemungkinan mengadakan telekonferensi antara kedua pihak pada 7 Mei ketika para pejabat kesehatan ASEAN berada di Bangkok," kata Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Surin Pitsuwan dalam siaran pers Sekretariat ASEAN di Jakarta, Jumat (1/5).
     
Para pejabat itu sudah akan berada di Bangkok, ibukota Thailand, untuk menyiapkan pertemuan para menteri kesehatan ASEAN yang dijadwalkan berlangsung 8 Mei.  Pertemuan itu diusulkan pertama kali oleh Perdana Menteri Kamboja Hun Sen guna membahas langkah-langkah untuk mengatasi wabah penyakit itu.
     
"Telekonferensi ini merupakan peluang penting bagi orang-orang yang menangani hal teknis dari pusat tersebut dan pejabat berwenang dari ASEAN," kata Surin setelah membicarakan hal itu dengan Duta Besar AS untuk ASEAN, Scott Marciel, yang berkedudukan di Washington. Pusat Koordinasi telah dibentuk di Sekretariat ASEAN untuk memantau perkembangan situasi flu babi di kawasan ragional.
     
Pusat ini akan memantau dan menyatukan informasi dari negara-negara anggota ASEAN terkait dengan perkembangan penyakit itu dan langkah-langkah yang diambil mereka. Pusat ini juga akan bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia mengenai pertukaran informasi.
     
ASEAN atau Perhimpunan Negara Asia Tenggara beranggotakan  sepuluh anggota yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam.

Sumber :
Antara