Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 09:19 WIB
Andi: Demokrat Tak Pernah Gunakan Teknik Pecah Belah
Ade Mayasanto | Selasa, 28 April 2009 | 23:09 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan pada pembukaan Rapimnas II Partai Demokrat 2009 di Jakarta Expo Center, Minggu (26/4). Agenda rapimnas ini salah satunya menentukan calon presiden yang akan diusung Partai Demokrat.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Demokrat bidang Sumber Daya Manusia Andi Mallarangeng menegaskan, Partai Demokrat tidak pernah menggunakan metode pecah belah internal partai lain untuk memenangkan pertarungan pemilihan presiden 2009. Demokrat memilih menggunakan cara-cara santun dalam berpolitik di Tanah Air. "Metode itu (pecah belah) jauh dari sifat-sifat partai demokrat. Partai Demokrat santun, menghormati partai lain," ujar Andi saat dihubungi di Jakarta, Selasa (28/4).

Andi mengatakan, Demokrat lebih memilih mengurusi partai sendiri dibanding merecoki urusan internal partai lain. "Jangan kalau ada persoalan dalam partai masing-masing kemudian disalahkan partai orang lain," paparnya.

Lebih lanjut pria yang menduduki jabatan Juru Bicara Kepresidenan ini mengaku tidak mengantongi rencana menggugat Partai Golkar atau Jusuf Kalla yang telah menghembuskan kabar ada pemain yang mencoba memecah belah Partai Golkar. "Tidak ada rencana gugatan karena kami tidak merasa tertuduh. Dan tidak melakukan apa-apa. Dan memang tidak ada urusan dengan kami," pungkasnya.

Andi menambahkan, Partai Demokrat menghormati apapun keputusan Partai Golkar yang tertuang dalam rapimnassus. "Kami menghormatinya. Walaupun kami tetap membuka pintu untuk bekerja sama dengan Partai Golkar," tandasnya.

Sumber :
Persda Network