Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 13:40 WIB
Praktik Kecurangan UN Meluas
Andy Riza Hidayat | Selasa, 21 April 2009 | 22:14 WIB
|
Share:

KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYAT
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba memperhatikan bukti kecurangan selama ujian nasional (UN) berlangsung, Selasa (21/4) di Sekretariat Komunitas Air Mata Guru di Medan. Hari kedua UN kecurangan semakin meluas ke sekolah lain. Parlindungan berencana melaporkannya ke Menteri Pendidikan Nasional sekaligus menyampaikan protes.

TERKAIT:

MEDAN, KOMPAS.com — Praktik kecurangan ujian nasional (UN) meluas di sejumlah sekolah di Sumatera Utara. Selain modus, tempat terjadinya kecurangan juga bertambah di hari kedua pelaksanaan UN. Sebagian dari praktik tidak jujur ini bahkan terjadi terbuka di depan kelas tanpa menghiraukan pengawas UN.

"Laporan dari tim investigasi kami ada guru yang sengaja membagi jawaban di depan kelas kepada murid. Ini terjadi di SMK swasta di Sidikalang (Kabupaten Dairi), SMA swasta di Kabupaten Humbang Hasundutan, SMK swasta di Siborongborong (Tapanuli Utara), dan SMA swasta di Simalungun," tutur Anggota Dewan Kehormatan Komunitas Air Mata Guru (KAMG), Deni Boy Saragih, Selasa (21/4) di Medan.

Guru di sekolah tersebut memberikan jawaban kepada siswa dengan membagikan kertas kecil (besarnya tidak sampai melebihi telapak tangan) kepada murid. Sebagian dari lembar jawaban ini bertuliskan tangan dan sebagian yang lain sudah dalam bentuk ketikan. Deni sengaja tidak menjelaskan detail nama sekolah karena bukti kecurangan ini akan dibuat dalam bentuk laporan resmi ke pengawas di tingkat provinsi.

Tim investigasi KAMG juga menemukan kembali jawaban serupa di tangan siswa. Hari ini tim menemukannya di sebuah SMA negeri di daerah Simalingkar, dan SMK swasta di Kecamatan Medan baru. "Seperti hari sebelumnya seluruh temuan kecurangan ini sebagian besar terjadi di sekolah favorit," katanya.