
TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Warga dusun Lingkar Selatan, Desa Pawindan, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melampiaskan kekesalannya dengan menanam pohon pisang di jalan provinsi yang menghubungkan Ciamis dengan Kota Banjar. Jalan itu keadaannya rusak dan sudah lama belum diperbaiki.
Hamidin (30), warga setempat, Selasa (21/4), mengemukakan, penanaman pohon pisang telah dilakukan oleh warga sejak Sabtu (18/4) malam dengan alasan warga kesal karena selama ini jalan provinsi sepanjang dua kilometer itu belum juga diperbaiki.
Ia menjelaskan, jalan tersebut merupakan jalan utama yang selalu digunakan oleh warga, bahkan sering digunakan pengendara luar kota sebagai jalan lintas menuju Kota Banjar. Akan tetapi, jalan itu kondisinya rusak cukup parah dengan banyak lubang yang mengakibatkan terjadinya genangan air ketika hujan sehingga sangat berbahaya bagi pengguna jalan.
Dijelaskannya, pihak terkait tidak melakukan pemeliharaan jalan yang berlubang sejak lima tahun belakangan. Untuk itu, kata Hamidin, warga berinisiatif menanam pohon pisang di tengah jalan dengan harapan pemerintah mau memperbaiki jalan tersebut sehingga layak dan nyaman untuk digunakan.
"Padahal jalan lingkar selatan adalah jalan hidup, akses untuk ke Kota Banjar hingga Pangandaran sangat mendukung, tapi kenapa dibiarkan seperti ini," katanya. Ditambahkannya, warga merasa khawatir dengan keadaan jalan rusak yang bisa banyak memakan korban jiwa, apalagi bagi warga luar kota yang tidak mengetahui medan jalan.
Selama ini, sudah banyak pengendara sepeda motor yang terperosok jatuh bahkan mengakibatkan tewasnya pengendara akibat jalan rusak. "Saya harap pemerintah cepat tanggap untuk memperbaiki jalan agar tidak banyak korban yang celaka dan memakan korban jiwa lagi," katanya.