KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Ketua Parpol Ngamuk, Pegawai KPU Pingsan
Laporan wartawan KOMPAS Antony Lee
Selasa, 21 April 2009 | 13:54 WIB
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Pekerja menata kotak suara bekas Pemilu 2004 yang akan digunakan untuk Pemilu 2009 di gudang KPU Kota Surabaya di kawasan Margomulyo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (3/3). Batas akhir distribusi logistik untuk Pemilu 2009 adalah 9 Maret 2009.
TERKAIT:

SEMARANG, KOMPAS.com — Akibat akumulasi kelelahan dan menjadi sasaran kemarahan salah satu pimpinan partai politik Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, salah seorang pegawai Komisi Pemilihan Umum setempat, Kartini Tjandra, semaput, Selasa (21/4) siang. Tjandra langsung dibawa ke RSUD Ungaran untuk mendapat perawatan medis.

Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Semarang, Divisi Sosialisasi, Hupmas, Pendidikan Pemilih, Data Informasi dan SDM, Rinaldi, mengutarakan, peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 12.00. Tjandra yang bertugas sebagai Kepala Subbagian Hukum, KPU Kabupaten Semarang, selama tiga hari terakhir harus lembur membantu pleno hasil penghitungan suara.

"Pada saat kondisinya sudah drop itu ada satu ketua parpol yang datang meminta data akhir penghitungan suara. Saat ditanya apa ada saksi yang datang, dijawabnya tidak ada. Bu Tjandra meminta data itu difotokopi saja. Pimpinan parpol itu menyetujui, tetapi setelahnya malah marah-marah," kata Rinaldi.

Seketika itu, Tjandra yang sudah dalam kondisi lemah itu pingsan dan dibawa ke RSUD Ungaran. Sekitar pukul 13.00, Tjandra sudah mulai sadarkan diri, tetapi masih lemah. Rinaldi mengaku sangat menyesalkan kejadian ini karena pimpinan partai politik tersebut mengintimidasi staf KPU. Dia mengaku akan melaporkan hal ini kepada Ketua KPU Kabupaten Semarang untuk membicarakan langkah selanjutnya.

 

 

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.