Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 07:25 WIB
Bolos Pembawa Maut
Josephus Primus | Senin, 20 April 2009 | 22:37 WIB
|
Share:

BLITAR, KOMPAS.com - Agung Dwi Cahyono (9) dan Ari (8), keduanya murid Kelas II SD Negeri I Pager Gunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (20/4), ditemukan tewas tenggelam di Sungai Dawuhan, dekat dengan lokasi sekolah.
   
Mustofa (40), warga setempat mengaku curiga saat melihat dua anak kecil terus menangis, sambil memanggil nama temannya. "Kedua teman bocah tersebut terus berteriak meminta tolong. Ketika saya dekati, ternyata mereka mengatakan, kalau kedua temannya tenggelam," katanya mengungkapkan.
   
Mendengar hal itu, ia berusaha mencari dua bocah yang tenggelam di sungai tersebut. Ia bahkan, sempat melihat dua korban meminta pertolongan. "Tapi, arus sungai saat itu sangat deras. Saya, tidak berhasil menyelamatkan keduanya. Mereka terseret arus," katanya.
   
Mendapati hal tersebut, ia lantas minta pertolongan warga sekitar dan kemudian melaporkannya ke Mapolsek Kesamben.
   
Warga dan petugas kepolisian mencari kedua bocah yang ikut terseret arus tersebut. Tidak berapa lama, akhirnya jenazah keduanya ditemukan di sela-sela batu-batuan yang berjarak hanya beberapa meter dari lokasi kejadian.
   
Beberapa warga mengaku, sempat melihat keduanya bersembunyi di sekitar sungai saat bolos sekolah untuk berenang. Karena ketahuan oleh guru, akhirnya mereka menyelam sebelum akhirnya terbawa arus sungai.
   
Jenazah kedua bocah yang tinggal di Dusun Sumbernanas, Desa Pager Gunung, Kecamatan Kesamben itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo, Wlingi, Blitar, untuk dilakukan "visum et repertum".
   
Kepala Polsek Kesamben, AKP Sunardi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian dua bocah tersebut. Namun, pihaknya menduga, dua bocah itu tidak dapat berenang, yang membuat mereka ikut terseret arus air. "Kemungkinan besar keduanya tidak dapat berenang, dan meninggal dunia," kata Sunardi.
   
Pihak keluarga mengaku ikhlas dengan kepergian keduanya, karena kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan.

 

Sumber :
Ant