Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 08:46 WIB
Standar Naik, Kelulusan Siswa di Batam Hanya 80 Persen
| Senin, 20 April 2009 | 10:44 WIB
|
Share:

LASTI KURNIA/HARIAN KOMPAS
Selama ini nilai UN yang sering anjlok Matematika, Fisika, dan Kimia, sehingga berbagai upaya dilakukan termasuk menambah jam belajar dan fokus pada pelajaran yang diuji

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah siswa kelas tiga SMA/SMK mulai menghadapi ujian nasional UN yang digelar Senin (20/4) pagi ini. Kebanyakan siswa khawatir tidak mampu memenuhi standar kelulusan dengan nilai rata-rata minimal 5,50.

Meski pemerintah memberi toleransi, bahwa boleh saja salah satu mata pelajaran mendapat nilai 4,00, namun lima pelajaran lainnya harus dapat nilai 6,00.

Ada pun bidang studi yang akan diuji untuk SMA (jurusan IPA) adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, Fisika, dan Biologi. Sedangkan jurusan IPS yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika,Sosiologi, Geografi dan Ekonomi.

“Perasaan takut tidak lulus pasti ada. Saya tetap berusaha dan berdoa deh. Nilai kelulusan kan makin tinggi,” ujar Selviana Filiandini, siswi SMK Nasional, Batam Centre, kemarin (Minggu/19/4) sebelum ujian.

Pendapat sama diutarakan rekannya, Yulianti. “Meski ada pikiran takut tidak lulus tapi saya tetap menambah belajar, baik di sekolah maupun di rumah. Untuk ujian nanti, tidak ada target yang penting bisa lulus sudah bersyukur,” ungkap dia.

Tahun lalu, SMK Nasional merupakan satu dari sekolah yang nilai kelulusannya rendah. Untuk itulah Kepala SMK Nasional Renta Pakpahan, menetapkan target minimal 90 persen kelulusan. “Kami telah melakukan dua kali try out. Hasilnya sangat memuaskan,” ungkap Renta. Pihak sekolah juga melakukan penambahan jam belajar, dari hanya 4 jam menjadi 6 jam.

Kepala SMK Widya Batam, Julisman ST, meminta orangtua siswa membantu mengawasi anak belajar di rumah. “Di sekolah kami banyak siswa yang prestasinya anjlok karena kurang perhatian orangtua. Banyak yang bercerita bahwa orangtua mereka sibuk bekerja,” kata Julisman.

Kepala Dinas Pendidikan Batam, Muslim Bidin, mengatakan selama ini nilai ujian yang sering anjlok di mata pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia. Berbagai upaya terus dilakukan termasuk menambah jam belajar dan fokus pada pelajaran yang di-UN-kan.

“Kami sudah meminta semua sekolah menambah jam belajar. Semua sekolah juga wajib melakukan try out. Namun dari lima kali try out khusus matematika, fisika, dan kimia masih anjlok,” kata dia.

Sebagai persiapan menghadapi UN, Dinas Pendidikan sudah membagikan naskah standar kompetensi lulus dan membahas soal-soal beserta contoh-contohnya. UN nanti diikuti  4.222 siswa SMA/SMK se-Batam. Mereka akan mengikuti UN selama lima hari, sedangkan SMK hanya tiga hari.

Muslim Bidin menambahkan, tahun ini mungkin tidak bisa lulus 100 persen karena standar nilai meningkat dari 5,25 tahun lalu, yaitu menjadi 5,5. “Saya hanya bisa menargetkan angka kelulusan 80 persen, karena pelajaran yang diuji semakin berat,” tambah dia. Padahal prosentasi kelulusan tahun lalu mencapai 92,07 persen. (Widodo)

 

Sumber :
Tribun Batam